Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhatan komunitas waria hidup di tengah masyarakat Indonesia

Curhatan komunitas waria hidup di tengah masyarakat Indonesia Waria Indonesia. ©lensculture.com

Merdeka.com - Fotografer asal Italia Fulvio Bugani telah membuka mata warga Indonesia. Bugani menemukan adanya komunitas waria di negara yang hampir 90 persen penduduknya beragama Islam ini.Setelah melalui beberapa penelitian mengenai waria dan Islam di berbagai negara seperti Senegal dan Somalia, dia tiba di Jakarta. Ternyata di Indonesia juga ada komunitas waria.Di Jakarta, dia bertemu dengan Shinta Ratri, direktur dan pemimpin Waria Muslim Jawa di Jakarta. Bertemu dengan Shinta membuat Bugani melihat sosok Shinta yang menjadi inspirasi bagi para pemuda yang ingin jadi wanita. Walaupun begitu, anak-anak muda ini tetap dididik agamanya, seperti membaca Alquran bagi para transgender."Shinta menciptakan ruang duel di mana seorang transgender dapat dengan baik memenuhi kewajiban mereka sebagai seorang Muslim yang taat, tanpa adanya diskriminasi," ujar Bugani seperti dilansir dari situslensculture.com, Minggu (24/5).waria indonesiaBugani menceritakan, meskipun telah berbuat baik kepada sesama, Shinta tetap saja mendapat kesulitan dalam menentukan identitas para kaum waria ini di tengah masyarakat. Apalagi banyak masyarakat di Indonesia masih memegang teguh kebudayaan timur."Shinta menceritakan bagaimana menjadi seorang waria tidak mudah. Mereka yang sudah terpanggil menjadi wanita ini ingin mengubah bentuk tubuh mereka seperti wanita juga," kata dia.Shinta menceritakan, lanjut Bugani, untuk operasi kelamin sangat mahal, karena itu banyak dari mereka tetap mempertahankan kelamin pria mereka. Sementara, beberapa dari mereka juga melakukan cara berbahaya untuk membuat payudara menjadi seperti milik wanita, yakni dengan menyuntikkan langsung cairan silikon ke bawah kulit.waria indonesiaShinta juga menceritakan kepada Bugani bagaimana susahnya mencari nafkah bagi para transgender. "Banyak dari kita yang menjadi artis jalanan atau pengamen dan juga pelacur. Para PSK ini paling rentan terna penyakit seperti HIV, serta penyakit seksual lainnya," cerita Shinta pada Bugani.Bugani sendiri mengatakan tujuan dia melakukan penelitian tersebut untuk membuka mata dunia. "Jangan anggap sebelah mata mereka yang mencari nafkah dengan cara berbeda," ujarnya.Dia juga mengatakan, sekolah waria tersebut membutuhkan dukungan dan pengakuan. Mereka, kata Bugani, merasa sangat senang mendapat dukungan dan bantuan dari orang asing, karena di Indonesia hampir mustahil mendapatkan pengakuan seperti itu.Bugani mendapat penghargaan dari Lensculture Portrait Awards 2015 berkat hasil potretnya yang luar biasa dan sangat bermakna tersebut. Potret yang dihasilkan sangat bermakna karena mencari cara berbeda untuk menyajikan sisi wanita lain. Mereka amat bangga menjadi wanita, dan sangat bangga juga menjadi muslim."Saya senang melakukan pekerjaan ini karena saya bisa terus bercerita pada dunia. Saya hanya ingin menjadi seorang aktivis dan fotografer," tutup pria yang bekerja sama dengan Amnesty Internasional dan Medecins Sans Frontieres.

waria indonesia

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP