Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China Kirim Mata-mata Buat Hidup Berbaur dengan Muslim Xinjiang

China Kirim Mata-mata Buat Hidup Berbaur dengan Muslim Xinjiang Muslim Xinjiang. ©2017 Getty Images

Merdeka.com - Dalam wawancara dengan kantor berita the Associated Press, warga muslim etnis Uighur yang tinggal di pengasingan menggambarkan bagaimana pemerintah China menjalankan program 'pertukaran budaya' dengan menempatkan mata-mata yang hidup berbaur di tengah warga muslim Uighur di Porvinsi Xinjinga, sebelah barat, China.

Dilansir dari laman the Independent, Jumat (30/11), sejak awal 2017 warga Uighur menjadi target aturan ketat dari rezim China, termasuk pemeriksaan di pos militer dan jalanan yang dipantau oleh kamera pengawas yang mampu mengenali wajah.

Menurut koran resmi Partai Komunis China, sebanyak 1,1 juta pejabat daerah dikerahkan untuk selama satu pekan dalam dua bulan sekali untuk hidup bersama di rumah penduduk muslim Uighur.

Pemerintah menyebut program itu kampanye 'Berbaurlah dan Menjadi Keluarga'. Dalam unggahan di media sosial ada materi yang memperlihatkan warga Uighur menyebut pejabat pemerintah sebagai 'kerabat' baru mereka.

"Lihat, saya punya ibu dari etnis Han sekarang," tulis keterangan salah satu foto yang diunggah warga muslim Ughur bernama Halmurat Idris, 39 tahun, yang tinggal di Istanbul. Etnis Han kini mencapai 90 persen dari populasi China, sedangkan Uighur hanya satu hingga tiga persen.

Para ahli dan kelompok pembela hak asasi meyakin ada sekitar satu juta warga laki-laki Uighur yang kini ditahan di kamp rahasia di seantero Xinjiang. Setelah menyangkal keberadaan kamp itu, pemerintah China kini mulai menyebut mereka sebagai sukarelawan di 'pusat pelatihan'.

Pemerintah menyebut program itu bisa diikuti secara sukarela, namun muslim di China paham jika mereka menentang maka bisa dicap ekstremis.

warga uighur minoritas islam di china

Warga Uighur minoritas Islam di China Getty Images

Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan foto 'kerabat baru' di keluarga muslim Uighur itu menghadiri acara pernikahan, pemakaman, dan kegiatan lain yang sifatnya pribadi.

Idris melihat sebuah foto kakak perempuannya sedang bersama seorang wanita tua yang tidak dia kenal.

"Saya ingin muntah. Ketika melihat wanita itu, saya berpikir 'Ugh, orang ini pasti musuh kami'. Kalau musuh kita jadi ibu kita, bayangkan bagaimana perasaan kita?"

Sementara itu hasil analisis citra satelit dari para ahli dan kantor berita Reuters, memperlihatkan setidaknya ada 39 kamp penahanan Uighur di seantero Xinjiang.

Angka itu bertambah jumlahnya tiga kali lipat dalam waktu 17 bulan antara April 2017 hingga Agustus 2018. Dalam citra satelit teranyar ada banyak kamp yang sedang dibangun.

China sejauh ini kerap menyangkal tudingan mereka menekan minoritas Uighur. Wartawan dari sejumlah kantor berita diajak berkeliling ke kamp dan menyaksikan bagaimana pengamanan di sana cukup longgar dan ada sejumlah kegiatan seperti bermain basket dan kegiatan seni.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP