China Kembangkan Alat Mampu Deteksi Pengidap Virus Corona Dalam Waktu 8-15 Menit

Minggu, 16 Februari 2020 12:52 Reporter : Pandasurya Wijaya
China Kembangkan Alat Mampu Deteksi Pengidap Virus Corona Dalam Waktu 8-15 Menit Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, sebelah timur China, para ahli kesehatan mulai menguji coba alat pendeteksi virus corona yang hasilnya bisa diketahui hanya dalam 8-15 menit saja. Demikian dilaporkan media pemerintah China, Xinhua, mengutip departemen sains dan teknologi setempat.

Alat pendeteksi itu cukup sensitif, mudah digunakan dan didistribusikan.

Dilansir dari laman TASS, Minggu (16/2), alat pendeteksi corona itu dikembangkan oleh para ahli di Institut Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular bekerja sama dengan perusahaan teknologi di Wuxi. Alat pendeteksi itu kini sudah diizinkan untuk diproduksi. Sejauh ini alat pendeteksi itu masih belum cukup untuk menguji sekitar 4.000 orang per hari. Pengiriman pertama alat ini sudah didistribusikan ke wilayah yang menjadi pusat awal penyebaran virus corona yakni Provinsi Hubei.

1 dari 1 halaman

Pada 31 Desember otoritas China memberi tahu Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang merebaknya wabah pneumonia di Kota Wuhan yang berpopulasi 11 juta orang. PAda 7 Januari para ahli di China mengidentifikasi virus itu sebagai virus corona 2019-nCoV. Virus itu kini sudah menyebar ke lebih dari 19 negara. WHO kemudian menetapkan wabah corona sebagai kondisi kesehatan darurat global.

Sejauh ini mereka yang terinfeksi corona mencapai 9.720 orang dan 213 meninggal.

Seorang pejabat kesehatan Cihna mengatakan sebanyak 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona, dan enam dari mereka telah meninggal, Jumat (14/2). Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Zeng Yixin bahkan mengatakan bahwa jumlah staf medis yang terinfeksi meningkat.

"Saat ini, tugas-tugas petugas medis memang sangat berat, kondisi kerja dan istirahat mereka terbatas, tekanan psikologisnya besar, dan risiko infeksi tinggi," kata Zeng, dikutip dari Reuters, Jumat (14/2). [pan]

Baca juga:
Wali Kota Kendari Akan Jemput Langsung Mahasiswi Usai Jalani Observasi di Natuna
Selasa, 4 Mahasiswi Asal Sultra dari Wuhan Dijadwalkan Tiba di Kendari
Begini Penampakan Foto Mikroskopis Virus Corona dan Asal Usul Namanya
Remaja Ini Tega Tusuk Seorang Kakek karena Berebut Cairan Antiseptik
Wabah Corona, Gereja di Singapura Imbau Warga Ikut Ibadah Online di Rumah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini