Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

China Ancam Rebut Taiwan Dengan Kekerasan

China Ancam Rebut Taiwan Dengan Kekerasan Presiden China Xi Jinping. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Presiden China Xi Jinping mendesak rakyat Taiwan untuk menerimanya 'harus dan akan' dipersatukan kembali dengan China.

Dalam pidatonya yang menandai 40 tahun sejak dimulainya peningkatan hubungan, Xi mengulangi seruan Beijing untuk penyatuan damai atas dasar 'satu negara dua sistem'. Namun, ia juga memperingatkan bahwa China memiliki hak untuk menggunakan kekerasan.

Sementara Taiwan memerintah sendiri dan secara de facto merdeka, Taiwan tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari daratan.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan komentar Xi ini sejalan dengan kebijakan lama China menuju penyatuan kembali.

Tetapi pada hari Rabu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan, pulau itu tidak akan pernah menerima penyatuan kembali dengan China berdasarkan persyaratan yang ditawarkan oleh Beijing.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa Taiwan tidak akan pernah menerima 'satu negara, dua sistem'. Mayoritas opini publik Taiwan juga dengan tegas menentang 'satu negara, dua sistem', dan ini juga merupakan 'konsensus Taiwan'," kata Tsai dikutip dari BBC.com, Kamis (3/1).

Di bawah formula 'satu negara, dua sistem', Taiwan akan memiliki hak untuk menjalankan urusannya sendiri; pengaturan serupa digunakan di Hong Kong.

Hong Kong memiliki sistem hukumnya sendiri, dan hak-hak termasuk kebebasan berkumpul dan kebebasan berbicara dilindungi. Namun, ada kekhawatiran yang meluas di wilayah itu bahwa kebebasan-kebebasan itu secara bertahap terkikis.

Dalam pidatonya pada hari Rabu, Presiden Xi mengatakan, kedua belah pihak adalah bagian dari keluarga China yang sama dan bahwa kemerdekaan Taiwan adalah 'arus yang merugikan dari sejarah dan jalan buntu'.

Orang Taiwan "Harus memahami bahwa kemerdekaan hanya akan membawa kesulitan," kata Xi, seraya menambahkan Beijing tidak akan pernah mentolerir segala bentuk kegiatan yang mempromosikan kemerdekaan Taiwan.

Sebaliknya, penyatuan adalah "persyaratan yang tak terhindarkan untuk peremajaan besar orang-orang China," kata Xi.

Dia juga menekankan, hubungan dengan Taiwan adalah "bagian dari politik dalam negeri China. Campur tangan asing tidak dapat ditoleransi," katanya.

Beijing memiliki pilihan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan terhadap pasukan luar yang mengganggu penyatuan kembali secara damai dan kegiatan separatis Taiwan.

Apa pandangan di Taiwan?

Dalam pidato tahun baru pada hari Selasa, Tsai mengatakan, China harus menggunakan cara damai untuk menyelesaikan perbedaannya dengan Taiwan dan menghormati nilai-nilai demokrasi.

"Saya ingin menyerukan kepada China untuk secara jujur menghadapi kenyataan keberadaan Republik Tiongkok di Taiwan," kata Tsai, merujuk pada nama resmi pulau itu.

China harus "Menghormati desakan 23 juta orang tentang kebebasan dan demokrasi, dan harus menggunakan cara yang damai dan setara untuk menangani perbedaan kita," tambah Tsai.

Pada bulan November, partai politik Ms Tsai melihat kemunduran besar dalam pemilihan regional yang dirasakan oleh Beijing sebagai pukulan terhadap sikap separatisnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
China Pelan-pelan Buat AS Khawatir dengan Persaingan Luar Angkasa, Ini Penyebabnya
China Pelan-pelan Buat AS Khawatir dengan Persaingan Luar Angkasa, Ini Penyebabnya

Ini yang dikhawatirkan AS bila tidak segera memutuskan kelanjutan stasiun luar angkasa yang akan habis masa pakainya.

Baca Selengkapnya
5 Kebiasaan Sopan di Indonesia Ini Ternyata Dianggap Kasar di Negara Lain
5 Kebiasaan Sopan di Indonesia Ini Ternyata Dianggap Kasar di Negara Lain

Beberapa kebiasaan yang dianggap sopan di Indonesia justru tak disarankan dilakukan di beberapa negara ini.

Baca Selengkapnya
WN Taiwan Hilang saat Kapal Terbalik di Pulau Seribu, Basarnas Kerahkan 7 Kapal untuk Pencarian
WN Taiwan Hilang saat Kapal Terbalik di Pulau Seribu, Basarnas Kerahkan 7 Kapal untuk Pencarian

Basarnas mengerahkan tujuh unit kapal untuk mencari WN Taiwan yang hilang saat kapal terbalik di Pulau Seribu.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Makam Kuno Berusia 2.200 Tahun Berisi Penuh Harta Karun Ditemukan di China, Diduga Milik Kaisar
Makam Kuno Berusia 2.200 Tahun Berisi Penuh Harta Karun Ditemukan di China, Diduga Milik Kaisar

Sebuah makam kuno ditemukan di Provinsi Anhui, China sebelah timur. Makam di situs Wuwangdun ini dibangun pada periode Negara-negara Berperang (475 SM-221 SM).

Baca Selengkapnya
Berkaca dari China, Nasib Indonesia Jadi Negara Maju atau Tidak Ditentukan 2 Pilpres Selanjutnya
Berkaca dari China, Nasib Indonesia Jadi Negara Maju atau Tidak Ditentukan 2 Pilpres Selanjutnya

Adapun perhitungan ini didapatnya setelah berkaca dari China, yang butuh waktu 40 tahun untuk jadi negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia.

Baca Selengkapnya
China Daratkan Wahana Luar Angkasa di Sisi Terjauh Bulan, Punya Misi Ungkap Salah Satu Rahasia Semesta
China Daratkan Wahana Luar Angkasa di Sisi Terjauh Bulan, Punya Misi Ungkap Salah Satu Rahasia Semesta

China Daratkan Wahana Luar Angkasa di Sisi Terjauh Bulan, Punya Misi Ungkap Salah Satu Rahasia Semesta

Baca Selengkapnya
Bikin Ngakak! Kambing Putih Coba Seruduk Seorang Pria Berkali-kali
Bikin Ngakak! Kambing Putih Coba Seruduk Seorang Pria Berkali-kali

Seorang pria berbaju merah tampak hendak diseruduk kambing putih berkali-kali.

Baca Selengkapnya
Pencarian WN Taiwan Hilang Akibat Kapal Terbalik di Pulau Seribu Diperluas, Penyelam Menyisir Lokasi Kejadian
Pencarian WN Taiwan Hilang Akibat Kapal Terbalik di Pulau Seribu Diperluas, Penyelam Menyisir Lokasi Kejadian

Pencarian kembali dilanjutkan setelah cuaca mendukung pada Selasa (12/3) pagi.

Baca Selengkapnya
Reaksi KPU Usai Temuan Pembagian Surat Suara Lebih Awal di Taiwan
Reaksi KPU Usai Temuan Pembagian Surat Suara Lebih Awal di Taiwan

Idham berharap pengiriman surat suara dapat berjalan dengan lancar.

Baca Selengkapnya
Cerita Konglomerat China Gagal Melamar Kerja 30 Kali hingga Akhirnya Punya Kekayaan Ratusan Triliun
Cerita Konglomerat China Gagal Melamar Kerja 30 Kali hingga Akhirnya Punya Kekayaan Ratusan Triliun

Mereka bilang ini ide paling bodoh yang pernah saya lakukan. Saya tidak peduli selama orang dapat menggunakannya

Baca Selengkapnya