Cerita orang-orang yang pura-pura mati untuk mengelabui penjahat

Senin, 24 September 2018 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Cerita orang-orang yang pura-pura mati untuk mengelabui penjahat Tentara Irak selamat dari pembantaian massal ISIS. ©the Independent

Merdeka.com - Cara ampuh untuk menyelamatkan diri dari orang jahat adalah pura-pura mati. Kedengarannya memang sedikit konyol. Tapi cara ini pernah dilakukan oleh beberapa orang, dan mereka terbukti selamat. Dengan berpura-pura mati, berarti mengelabui pembunuh dan korban terbebas dari teror.

Saat berpura-pura mati, korban sempat mengetahui kondisi sekitarnya. Bahkan ancaman pelaku juga sempat ia dengar. Berikut beberapa cerita para korban selamat karena berpura-pura mati:

1 dari 4 halaman

Pura-pura mati saat terjadi penembakan

Korban penembakan massal Orlando. ©2016 Merdeka.com

Pria dengan nama samaran Orlando berhasil selamat dalam insiden berdarah di kelab malam Pulse di Orlando, Amerika Serikat dini hari. Dia mengaku berpura-pura mati saat si pelaku menembakkan pistol ke arah orang-orang yang ada di toilet. "Orang-orang berteriak, memohon untuk dibiarkan hidup," seru Orlando.

Setelah melihat korban berjatuhan di toilet, Omar Mateen, si pelaku, kemudian meninggalkan ruang kecil tersebut dan kembali menembaki pengunjung di bar. "Dia keluar dan kembali menembak lagi di luar," ujarnya.

Selama tiga jam Orlando dan teman perempuannya pura-pura tewas hingga akhirnya sang pelaku dilumpuhkan kepolisian Orlando. Setidaknya 50 orang tewas dan 53 lainnya mengalami luka-luka akibat hal tersebut.

2 dari 4 halaman

Wanita selamat dari begal

Korban selamat dari begal. ©2018 Planet Merdeka

Wanita yang berprofesi sebagai lurah, Wilujeng Esti Utami (53), selamat dari begal setelah berpura-pura mati. Dia dijebak oleh Agus Siswanto. Agus menjemput Esti dengan alasan ingin bertemu Gus Maki. Sebelum menjemput Esti, Agus meminta Esti untuk membawa uang Rp 60 juta untuk Gus Maki. Kemudian mereka menuju Pondok Pesantren Blokagung untuk menyerahkan uang itu.

Dalam perjalanan, mereka tak langsung tempat tujuan, melainkan membawa keliling Esti hingga ke Kalibaru. Agus sempat meminta Esti untuk melempar uang itu ke kursi belakang, namun Esti menolak. "Saat itu tersangka mulai memukul korban di bagian kepala menggunakan palu yang sudah disiapkan pelaku di dalam mobil," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawan.

Esti langsung pura-pura mati setelah dipukuli. Tersangka langsung mengikat tangan dan kakinya serta kepalanya ditutup dengan plastik. Kemudian tubuh Esti diceburkan ke sungai dan ditinggal.

3 dari 4 halaman

Tentara Irak selamat dari pembantaian ISIS

Tentara Irak selamat dari pembantaian massal ISIS. ©the Independent

Seorang tentara Irak bernama Ali selamat dari salah satu pembantaian massal kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Saat pembantaian dilakukan dia menjatuhkan diri ke tanah dan berpura-pura mati dalam keadaan telungkup.

Ali ditangkap ISIS bersama ribuan orang lainnya pada pukul 11 saat mereka mencoba kabur di jalan utama dari sebuah markas militer. Sejumlah tentara lain sudah menyarankan dia untuk memakai pakaian sipil supaya tidak ketahuan oleh militan ISIS.

Ali mengatakan dia termasuk salah satu tahanan yang dimasukkan ke dalam kontainer kapal di sebuah tempat di Tikrit sebelum dibawa keluar bersama kelompok terdiri dari sepuluh orang pada pukul 17.00. Mereka kemudian dibariskan untuk ditembak pistol secara bergantian. Ali menyampaikan ceritanya kepada HRW, dia langsung berbaring berpura-pura tewas ketika peluru militan ISIS sebenarnya meleset tidak mengenai dia. Dia lalu menunggu berjam-jam sebelum kabur di kegelapan malam.

4 dari 4 halaman

Sepasang suami istri selamat dari perampokan

Korban selamat dari begal. ©2018 KRjogja

Pasangan suami istri pemilik show room mobil bekas di Kudus, Jawa Tengah, selamat dari perampokan, meskipun menderita luka lebam karena kekerasan. Saat itu empat perampok menggasak harta benda milik mereka. Perampok itu menggunakan penutup kepala dan senjata api. Afrodi dan Masroh mengalami kondisi kritis. Bahkan Masroh sampai dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum (IGD RSU) Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan perawatan intensif.

Afrodi mengatakan, perampok marah dan memukul tanpa henti ketika ia menolak untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang dan benda berharga. "Ketika kami bilang semua uang disimpan di bank mereka tidak percaya,"

Saat itulah, kedua korban berpura-pura mati hingga perampok berhenti memukuli korban. "Kami terus dipukuli sekitar satu jam, dan baru berhenti setelah kami berpura- pura mati," terangnya. [has]

Baca juga:
Cerita unik para pejabat Indonesia berpindah-pindah jabatan
Cerita warung Ibu Nengah, langganan pemulung di tengah TPA Suwung Denpasar
Cara unik warga Pattingaloang, Makassar rayakan HUT RI dengan bakar ikan bersama
Kisah kembar di Yogyakarta bernama RI 1 & RI 2, sering dikira bercanda
Orang-orang ini terkenal karena ketiduran
Cerita tragis di balik kota - kota mati di negara maju ini

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini