Cegah Imigran Masuk AS, Petugas Tembakkan Gas Air Mata ke Meksiko

Rabu, 2 Januari 2019 16:56 Reporter : Hari Ariyanti
Cegah Imigran Masuk AS, Petugas Tembakkan Gas Air Mata ke Meksiko Imigran Honduras AFP. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas perbatasan Amerika Serikat menembakkan gas air mata ke wilayah Meksiko. Penembakan dilakukan untuk mencegah ratusan imigran memasuki kawasan AS pada Senin (31/12) malam waktu setempat. Malam itu, sekitar 150 imigran berusaha melintasi perbatasan secara ilegal menuju San Diego, California.

Dalam pernyataan resminya, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengatakan, penembakan gas air mata tak ditujukan pada mereka yang aktif memanjat pagar, melainkan terhadap orang-orang yang melemparkan batu di selatan perbatasan.

"Penanggulangan ini berhasil menekan pelempar batu yang menyebabkan mereka lari dari daerah itu," kata otoritas CBP dalam pernyataannya, dikutip dari ABC News, Rabu (2/1).

Para migran ini kemungkinan akan dideportasi. Mereka juga kemungkinan memiliki kesempatan mengajukan suaka ke Amerika Serikat.

CBP melaporkan petugas Patroli Perbatasan menggunakan alat asap dan semprotan lada untuk menghalau para imigran. Sebanyak 25 orang pernah ditangkap, termasuk dua remaja yang berusaha menyeberang.

"Agen CBP mengamati beberapa orang yang melemparkan batu tampaknya telah mempersiapkan diri untuk serangan itu dengan mengoleskan pelembab ke wajah mereka untuk melawan efek amunisi kimia," kata Kepala Agen Patroli CBP, Rodney Scott, melalui pernyataan yang diunggah di Instagram.

Scott menyebut imigran yang ditangkap berasal dari kawasan Amerika Tengah. Dia mengklaim tak ada imigran maupun petugas yang cidera dalam penangkapan tersebut. Pada November 2018, CBP juga telah menangkap 42 imigran di mana dakwaan pidananya tak diajukan. Insiden ini sedang menjalani tinjauan internal, apakah praktik penghalauan awal pekan ini sesuai standar pedoman CBP.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Meksiko, Roberto Velasco mengungkapkan pemerintahnya menyesalkan insiden di perbatasan itu. Dia menyerukan agar hukum di kedua wilayah perbatasan dihormati. Roberto juga menegaskan negaranya menghormati hak asasi manusia, keamanan dan integritas para migran.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini