Bocah dan perempuan ikut tewas dalam konflik di selatan Filipina
Merdeka.com - Kota Marawi masih mencekam usai sekelompok militan tunduk kepada Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) menyerang wilayah itu. Hampir sepekan, setidaknya 85 orang tewas akibat insiden ini.
Pemerintah Filipina menyebutkan akibat serangan militan, sekitar 19 warga sipil di Marawi tewas. Wilayah di selatan Filipina itu mayoritas penduduknya Muslim, dengan populasi 200 ribu jiwa. Dari total warga sipil tewas, tiga di antaranya wanita dan seorang lagi bocah. Mayat mereka ditemukan dekat sebuah kampus.
"Ada beberapa (warga) sipil, termasuk perempuan. Para teroris ini anti-masyarakat. Kami menemukan jenazah mereka ketika operasi penyelamatan dilakukan (Sabtu kemarin)," ujar juru bicara militer Filipina, Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, seperti dilansir dari laman The Guardian, Minggu (28/5).
Sementara itu, delapan mayat warga sipil ditemukan lagi tak jauh dari tempat penemuan pertama. Bersama dengan warga setempat, mayat itu diidentifikasi bekerja sebagai penggiling padi dan murid sekolah perawat.
Kekerasan di wilayah itu dimulai ketika puluhan orang bersenjata mengamuk di Marawi usai tentara Filipina berusaha menangkap Isnilon Hapilon. Dia seorang veteran militan Filipina dianggap sebagai pemimpin ISIS lokal. Para militan mengibarkan bendera ISIS, menculik seorang pastor dan menyandera 14 orang dari sebuah gereja sebelum membakar bangunan tersebut.
Akibat insiden ini, 13 tentara, dua polisi dan 51 militan tewas, ditambah 19 warga sipil juga ikut meregang nyawa.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya