Belasan menteri dari Asia bakal hadiri pertemuan bahas Palestina
Merdeka.com - Belasan pejabat tingkat menteri dari negara-negara Asia akan menghadiri Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) ke-3. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga akan turut hadir di pertemuan yang digelar di Bangkok, Thailand 26-27 Juni mendatang tersebut.
Konferensi itu, kata pihak Kementerian Luar Negeri RI, akan membahas peningkatan koordinasi dan efektifitas pemberian bantuan, khususnya dalam program pengembangan kapasitas (capacity building), dari belasan negara peserta CEAPAD ke-3 untuk Palestina.
"Pertemuan itu akan menghasilkan kesepakatan atas rancangan kerja tiga tahun atau 'Three Years Workplan 2019-2021' yang memuat usulan program-program pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan Palestina serta keunggulan negara-negara peserta CEAPAD ke-3," kata Direktur Kerja Sama Teknik (KST) Kementerian Luar Negeri Muhammad Syarif Alatas dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/6).
Pejabat setingkat menteri yang hadir dalam konferensi itu antara lain Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan Jepang. Turut hadir pejabat setingkat menteri dari Palestina, Mesir dan Yordania.
Perwakilan dari lima organisasi internasional juga turut berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.
Lima organisasi itu meliputi; Badan PBB Urusan Pengungsi Palestina (UNRWA), Bank Dunia dan Bank Pembangunan Islam, Liga Arab, dan Office of the Quartet (PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia).
Lebih lanjut, Syarif Alatas mengatakan, dalam CEAPAD ke-3 nanti, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga akan menegaskan kembali posisi Indonesia terhadap Palestina serta berbagi pengalaman perjuangan diplomasi Tanah Air terkait upaya kemerdekaan negara tersebut.
Sebagaimana diketahui, selama sepuluh tahun terakhir ini Indonesia memang aktif memberikan bantuan kepada Palestina. Sebanyak 169 program pembangunan kapasitas telah diberikan kepada Palestina.
Ratusan program itu melibatkan sekitar 1.800 peserta dari berbagai sektor di Palestina, meliputi; keuangan mikro, pengembangan unit usaha mikro-menengah, aviasi, pemberdayaan perempuan, teknologi informasi dan komunikasi, administrasi pemerintahan, serta pendidikan dan beasiswa.
Sementara itu, tercatat dari 2014 - 2018, Indonesia telah memberikan total 44 program pembangunan kapasitas pada 11 sektor yang menyasar hampir ratusan peserta dari Palestina.
CEAPAD di Bangkok tahun ini merupakan edisi ketiga, setelah sebelumnya digelar di Tokyo pada 2013 dan kemudian Jakarta pada 2014.
Edisi ketiga seharusnya digelar tahun lalu, namun, diundur hingga 2018 guna menunggu stabilitas situasi di Bangkok, Thailand.
Diprakarsai oleh Jepang pada tahun 2013, CEAPAD berfungsi sebagai forum bagi negara-negara Asia Timur dan organisasi internasional untuk berkoordinasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta bekerjasama dalam memberikan bantuan untuk Palestina guna upaya pembangunan yang berkelanjutan.
CEAPAD telah berkontribusi terhadap pembangunan sosial-ekonomi dan pembangunan kapasitas Palestina, sejalan dengan kebutuhan Palestina dan sumber daya negara-negara Asia Timur.
CEAPAD sendiri telah menjadi forum yang memainkan peran cukup aktif dalam mewujudkan perdamaian di Timur Tengah, khususnya untuk Palestina. Forum terbut berusaha menciptakan lingkungan kondusif demi tercapainya Solusi Dua Negara bai Palestina.
Reporter: Rizki Akbar HasanSumber: Liputan6.com
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya