Banyak korban serangan truk di Nice adalah turis asing

Jumat, 15 Juli 2016 11:25 Reporter : Ardyan Mohamad
Banyak korban serangan truk di Nice adalah turis asing Truk maut di Nice Prancis. ©2016 REUTERS/Eric Gaillard

Merdeka.com - Hingga berita ini dilansir, Jumat (15/7), korban tewas akibat hantaman truk dikendarai teroris di Kota Nice, Prancis, mencapai 80 orang. Lebih dari 100 orang luka-luka, sedangkan 12 orang sampai sekarang masih kritis.

Otoritas Negeri Anggur menyatakan mayoritas korban luka justru wisatawan asing yang sedang menyaksikan pawai Perayaan Hari Bastille. "Kebanyakan yang dirawat di klinik kami adalah warga negara asing. Kami sedang menangani pasien dari Swiss, Inggris, dan Spanyol," kata staf Klinik Saint George, seperti dilansir Russian Times.

Hingga saat ini, Konsulat Jenderal RI di Marseille melaporkan hingga kini belum ada warga negara Indonesia menjadi korban teror truk yang menabrak pengunjung Bastille Day di Nice.

Insiden ini terjadi pada Kamis (14/7) malam waktu setempat, persis setelah pesta kembang api berakhir. Sopir truk diidentifikasi sebagai pria 31 tahun keturunan Tunisia. Dia sudah memiliki kewarganegaraan Prancis. Pelaku mengendarai truk dalam kecepatan sedang, kemudian sengaja bergerak zig-zag sepanjang 2 kilometer untuk mengenai sebanyak mungkin orang.

Setelah menabrakkan truk ke kerumunan orang, pelaku sempat turun lantas menembaki warga yang berlarian. Sopir itu akhirnya tewas ditembak polisi. Di dalam truk, polisi menemukan granat, senjata api, dan amunisi dalam jumlah besar. Kendati pelaku beraksi sendirian, polisi menyimpulkan serangan ini terencana oleh jaringan tertentu.

Presiden Francois Hollande dalam pidatonya mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Nice. Dia menuding jaringan militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sebagai dalang serangan truk tersebut.

Hollande berjanji akan memperkuat peran Prancis dalam memerangi kelompok teror tersebut. Karenanya dia akan mengirimkan militer untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

"Tidak ada yang bisa membuat kita menyerah memerangi terorisme. Kita (Prancis) akan memperkuat aksi kita melawan terorisme di Irak dan Suriah," ujarnya. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini