AS veto resolusi PBB mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina
Merdeka.com - Amerika Serikat kemarin memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa rancangan Kuwait yang mengecam Israel karena melakukan kekerasan terhadap warga sipil Palestina.
Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan resolusi itu sangat berpandangan satu sisi, mengabaikan kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina, Hamas, sebagai pihak yang bersalah.
"Kelompok teroris Hamas sangat bertanggung jawab dengan buruknya kondisi di Gaza," kaya Haley, seperti dilansir laman France24, Sabtu (2/6).
Dari 15 negara anggota Dewan Keamanan, 10 negara mendukung resolusi itu,k termasuk Prancis, hanya AS yang menentang. Empat negara lainnya abstain, termasuk Inggris.
Setiap resolusi PBB membutuhkan sembilan suara tanpa veto AS, Inggris, Prancis, Rusia, atau China, untuk diadopsi.
Tak hanya itu AS juga mengajukan usulan resolusi sendiri dengan menyatakan Hamas sebagai pelaku kekerasan, namun resolusi itu hanya disetujui satu negara yaitu AS sendiri.
Inggris yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB abstain dalam kedua rancangan resolusi itu dengan mengatakan proposal yang diajukan tidak berimbang dan terlalu bias.
Kami mengecam Hamas, tapi di saat yang sama kami menyesalkan rancangan resolusi Amerika yang tidak menyebut Israel bertanggung jawab dan punya kewajiban terhadap Gaza," kata Karen Pierce, duta besar Inggris untuk PBB.
Baik Hamas di Gaza, dan juga Jihad Islam, mengatakan tindakan mereka menyerang wilayah Israel adalah respons terhadap aksi pembantaian 116 warga Palestina oleh tentara Israel sejak unjuk rasa besar-besar 30 Maret lalu di perbatasan Gaza.
Keputusan AS memveto resolusi PBB ini memperlihatkan kelumpuhan lembaga yang sudah berdiri sejak 1945 ini. Selama lebih dari 40 tahun AS selalu memveto resolusi PBB mengecam Israel kecuali satu kali.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya