AS Hentikan Semua Penerbangan Komersil ke Venezuela

Kamis, 16 Mei 2019 19:58 Reporter : Merdeka
AS Hentikan Semua Penerbangan Komersil ke Venezuela Ilustrasi pesawat. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Oscar Moncho

Merdeka.com - Amerika Serikat menghentikan semua penerbangan komersil yang melayani rute menuju Venezuela.

Menteri Perhubungan AS Elaine Chao mengatakan, dia bersama menteri luar negeri dan menteri keamanan dalam negeri telah memutuskan kondisi di Venezuela mengancam keselamatan atau keamanan penumpang, pesawat terbang, dan kru pesawat.

Melansir VOA Indonesia pada Kamis (16/5), terdapat banyak perusahaan penerbangan internasional termasuk AS yang sudah berhenti terbang dari dan menuju Venezuela. Hal itu disebabkan oleh kekacauan politik yang sedang berlangsung di sana.

Pemimpin oposisi yang sudah mendeklarasikan diri sebagai presiden, Juan Guaido, sedang memimpin pemberontakan nasional terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Tetapi Maduro masih punya dukungan dari militer, yang menentukan dalam mempertahankan kekuasaan.

Saat ini, Amerika Serikat dan sekitar 50 negara lainnya telah mengakui Guaido sebagai Presiden Venezuela.

Sementara itu, pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mengatakan kepada para pendukungnya, pada Sabtu 11 Mei 2019, dalam sebuah rapat umum di Caracas bahwa dia telah memerintahkan duta besarnya di Amerika Serikat untuk mengontak militer AS agar menekan Presiden Nicolas Maduro supaya mundur dari jabatannya.

Guaido berbicara kepada massa di Alfredo Sadel Plaza di Las Mercedes, sebuah distrik komersial di Caracas.

Dia berbicara sehari setelah sebuah pengadilan Venezuela, pada pekan lalu memerintahkan Edgar Zambrano, wakil presiden Dewan Nasional yang dikendalikan oposisi, agar ditahan di sebuah fasilitas militer setelah ditangkap awal pekan ini. Zambrano dan sembilan pemimpin oposisi lainnya sedang diselidiki terkait gagalnya pemberontakan militer.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah menyerukan agar Zambrano segera dibebaskan, mengatakan penangkapannya "adalah sebuah serangan terhadap kemandirian cabang legislatif yang terpilih secara demokratis di negara itu."

AS dan sekitar 50 negara lain mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, yang menyatakan diri sebagai presiden sementara pada Januari, berdasarkan klaim pemilu 2018 yang memenangkan Maduro tidak sah.

Maduro telah menyebut Guaido sebagai boneka AS. Sementara sang pemimpin oposisi menuduh Maduro berkuasa dengan dukungan Kuba, Rusia dan China.

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini