Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arkeolog Temukan Virus Manusia Tertua Pada Fosil Nenek Moyang Berusia 50.000 Tahun, Muncul Juga Pada Manusia Modern

Arkeolog Temukan Virus Manusia Tertua Pada Fosil Nenek Moyang Berusia 50.000 Tahun, Muncul Juga Pada Manusia Modern

Arkeolog Temukan Virus Manusia Tertua Pada Fosil Nenek Moyang Berusia 50.000 Tahun, Muncul Juga Pada Manusia Modern

Kepunahan spesies di Bumi puluhan ribu tahun lalu diduga disebabkan virus, virus yang masih ada di zaman modern ini. 

Kepunahan spesies di Bumi puluhan ribu tahun lalu diduga disebabkan virus, virus yang sama yang masih ada di zaman modern ini. Analisis genetik terhadap penemuan berusia 50.000 tahun ini telah mengungkap sisa-sisa tiga virus yang terkait dengan patogen manusia modern, dan para peneliti juga meyakini virus ini dapat diciptakan kembali.

Neanderthal adalah sebutan untuk spesies manusia purba yang telah punah. Mereka hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu di Eropa dan Asia Barat. 

Mereka hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu di Eropa dan Asia Barat. 

Neanderthal adalah sebutan untuk spesies manusia purba yang telah punah. Mereka hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu di Eropa dan Asia Barat. 

Mereka dikenal memiliki otak yang besar dan tubuh yang kuat.

Mereka kemampuan untuk membuat perkakas sederhana dan berburu hewan.

Mereka dikenal memiliki otak yang besar dan tubuh yang kuat.

Dilansir IFL Science, virus ini ditemukan dalam sekumpulan tulang Neanderthal, yang sudah ada sejak 50.000 tahun lalu. Penelitian ini dilakukan ilmuwan Universitas Federal São Paulo yang ingin mencari tahu apakah virus ini berperan dalam kepunahan Neanderthal, dengan melakukan penyisiran data pengurutan DNA mentah dari temuan dua kerangka manusia Neanderthal yang ditemukan di gua Chagyrskaya, Rusia.


Dalam sekuens mentah tersebut, mereka mencari sisa-sisa genom atau keseluruhan informasi genetik suatu organisme dari tiga jenis virus DNA: adenovirus, herpesvirus, dan papillomavirus.

Dari analisis tersebut, para peneliti berhasil menemukan virus tertua yang pernah ditemukan. 

Ini menggeser penemuan virus tertua sebelumnya yang berusia 31.600 tahun yang ditemukan pada fosil Homo Sapiens.

Dari analisis tersebut, para peneliti berhasil menemukan virus tertua yang pernah ditemukan. 

Menurut para penulis yang membuat tulisan pracetak yang belum ditinjau oleh para ahli mengenai penelitian ini, menunjukan bahwa tidak hanya memungkinkan untuk mengidentifikasi potongan-potongan genom virus dalam sampel arkeologi, tetapi juga bahwa Neanderthal mungkin saja terjangkit virus yang sama dengan virus yang menyerang manusia saat ini.

Misalnya, Adenovirus yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari nyeri pantat akibat flu, hingga serangan gastroenteritis akut yang parah. Dan yang paling umum adalah virus Epstein-Barr yang dapat memicu mononukleosis atau sakit kelenjar dan virus herpes atau multiple sclerosis. Virus lainnya adalah Virus papiloma yang berhubungan dengan kanker serviks.

Marcelo Briones, dari Universitas Federal São Paulo, Brasil, mengatakan bahwa ada kemungkinan untuk mensintesis virus-virus kuno ini dan menginfeksi sel-sel manusia modern di laboratorium.

Menurut para peneliti, manusia purba Neanderthal memiliki kemungkinan rentan terhadap ketiga virus ini dan dampaknya bagi kesehatan mereka. Namun ada satu kemungkinan lain yang dipertimbangkan oleh para ahli paleogenetik terkait kepunahan Neanderthal, yaitu kontaminasi yang disebabkan oleh kebiasaan perilaku yang tidak higienis seperti seseorang yang tidak menutup mulutnya saat batuk maupun kontaminasi dari hewan yang hinggap di makanan.

Para peneliti membandingkan rangkaian virus kuno dengan virus modern untuk memeriksa persamaan dan perbedaan yang dapat memberikan alternatif untuk menghindari penyebaran virus serupa di masa kini.


“Secara keseluruhan, data kami menunjukan bahwa virus-virus ini mungkin mewakili virus yang benar-benar menginfeksi Neanderthal," kata penulis studi Marcelo Briones, seperti dilansir dari New Scientist.

Namun, penemuan ini tidak mengartikan bahwa virus ini menjadi satu-satunya penyebab kepunahan Neanderthal, namun hal ini menambah bobot pada teori beberapa ilmuwan terkait penyebab kepunahan akibat virus yang memainkan peran.

“Untuk mendukung hipotesis para peneliti yang provokatif dan menarik, perlu dibuktikan bahwa setidaknya genom virus ini dapat ditemukan pada sisa-sisa Neanderthal, dan itulah yang kami lakukan,” kata Bronies.

Arkeolog Temukan Gua Prasejarah di Arab Saudi, Dihuni Manusia 10.000 Tahun Lalu, Isinya Bikin Tercengang
Arkeolog Temukan Gua Prasejarah di Arab Saudi, Dihuni Manusia 10.000 Tahun Lalu, Isinya Bikin Tercengang

Temuan ini mengungkap wawasan baru tentang evolusi dan perkembangan historis populasi manusia di kawasan tersebut.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Karya Seni Hewan Tertua di Dunia Berusia 130.000 Tahun, Begini Sosok Makhluknya
Arkeolog Temukan Karya Seni Hewan Tertua di Dunia Berusia 130.000 Tahun, Begini Sosok Makhluknya

Patung ini diperkirakan sudah ada sejak 90.000 tahun sebelum lukisan gua mulai muncul di Eropa.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Makam Bangsawan Berusia 1.200 Tahun, Dikubur Bersama Korban Tumbal dan Harta Karun
Arkeolog Temukan Makam Bangsawan Berusia 1.200 Tahun, Dikubur Bersama Korban Tumbal dan Harta Karun

Korban tumbal ini bertujuan untuk menemani tuannya di alam baka.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Arkeolog Temukan Makam Berusia 4.000 Tahun di Dalam Gua, Berisi 7.000 Tulang Manusia
Arkeolog Temukan Makam Berusia 4.000 Tahun di Dalam Gua, Berisi 7.000 Tulang Manusia

Gua ini berada di atas gunung, dari zaman Neolitikum hingga Zaman Perunggu.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan 'Gua Surga' Berisi Tulang Mammoth, Singa Prasejarah, dan Jejak Spesies Manusia
Arkeolog Temukan 'Gua Surga' Berisi Tulang Mammoth, Singa Prasejarah, dan Jejak Spesies Manusia

Arkeolog Temukan 'Gua Surga' Berisi Tulang Mammoth, Singa Prasejarah, dan Jejak Spesies Manusia

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Rangka Manusia yang Mengalami Kematian Paling Menyakitkan di Dunia
Arkeolog Temukan Rangka Manusia yang Mengalami Kematian Paling Menyakitkan di Dunia

Rangka tersebut diperkirakan adalah seorang remaja berusia 17 hingga 20 tahun.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Ratusan Mumi Misterius di Gurun China, Dibungkus Kain Wol Warna Warni
Arkeolog Temukan Ratusan Mumi Misterius di Gurun China, Dibungkus Kain Wol Warna Warni

Mumi-mumi ini ditemukan terletak di Jalur Sutra di Cekungan Tarim.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Makam Zombie, Berisi Jasad Dikubur dengan Posisi Jongkok dan Kakinya Dijepit Batu Besar
Arkeolog Temukan Makam Zombie, Berisi Jasad Dikubur dengan Posisi Jongkok dan Kakinya Dijepit Batu Besar

Jasad pria tersebut berusia sekitar 40 sampai 60 tahun saat meninggal dunia.

Baca Selengkapnya
Arkeolog Temukan Tempat Tinggal Suku Aborigin 29.000 Tahun Lalu dan 4.000 Artefak Batu, Di Sini Lokasinya
Arkeolog Temukan Tempat Tinggal Suku Aborigin 29.000 Tahun Lalu dan 4.000 Artefak Batu, Di Sini Lokasinya

Analisis artefak batu memberikan gambaran kehidupan suku Aborigin puluhan ribu tahun yang lalu.

Baca Selengkapnya