Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arkeolog Temukan Kuil Kuno Penyembahan Burung Elang di Mesir

Arkeolog Temukan Kuil Kuno Penyembahan Burung Elang di Mesir Misteri peradaban Mesir kuno yang ternyata miliki teknologi maju. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim arkeolog dari Sikait Project yang dipimpin oleh Profesor Joan Oller Guzman dari Autonomous University of Barcelona (UAB) berhasil menemukan sebuah kuil kuno di wilayah timur Mesir.

Kuil kuno itu berdiri di kota kuno bernama Berenike. Kota itu didirikan oleh Ptolemaios II Philadelphos pada abad ke-3 sebelum Masehi. Dahulu kota itu berfungsi sebagai kota pelabuhan yang menghubungkan wilayah timur Afrika, India, dan Arab.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Archeology menunjukkan kuil itu digunakan oleh orang-orang Blemmyes. Blemmyes adalah orang nomaden yang berasal dari wilayah timur Gurun Mesir. Orang-orang itu pertama kali muncul dalam catatan yang ditulis pada abad ke-7 hingga 8 sebelum Masehi.

Orang-orang Blemmyes juga muncul dalam puisi-puisi karya Theocritus dan Eratosthenes. Eratosthenes menggambarkan orang-orang Blemmyes hidup dengan orang-orang Megabaroi di antara Nil dan Laut Merah di utara Mero, Mesir.

Para peneliti menamakan kuil yang mereka temukan sebagai “Kuil Falcon atau Elang” mengikuti periode Romawi akhir dari abad ke-4 hingga ke-6 Masehi.

Pada periode itu, orang-orang Blemmyes diyakini menguasai sebagian kota itu. Penemuan berbagai prasasti di sebuah kuil kecil Mesir pada abad ke-4 Masehi menunjukkan jika orang-orang Blemmyes mengikuti sistem kepercayaan orang-orang Mesir.

“Temuan benda-benda yang luar biasa dan termasuk persembahan seperti tombak, patung berbentuk kubus, dan prasasti dengan indikasi yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan”, jelas Oller, dikutip dari laman Heritage Daily, Selasa (11/10).

Tim peneliti menemukan 15 elang serta telur-telur elang terkubur dalam kuil itu. Ini menunjukkan adanya ritual kuno penyembahan atau penguburan kepada elang seperti yang pernah ditemukan di Lembah Nil.

Dalam kuil itu terdapat prasasti tertulis “tidak pantas merebus kepala di sini.” Prasasti itu dengan jelas melarang adanya perebusan kepala binatang di dalam kuil itu.

“Semua elemen ini menunjukkan aktivitas ritual yang intens dengan penggabungan tradisi Mesir dengan kontribusi dari Blemmyes, ditopang oleh dasar kepercayaan yang mungkin terkait dengan pemujaan dewa Khonsu (dewa Bulan Mesir kuno),” jelas Oller.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP