Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Alasan Virus Corona Lebih Banyak Menyerang Orang Dewasa Dibandingkan Anak-Anak

Alasan Virus Corona Lebih Banyak Menyerang Orang Dewasa Dibandingkan Anak-Anak Dokter di Wuhan Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit karena Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus corona telah memakan korban ratusan orang. Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan jumlah korban jiwa karena virus corona di China telah meningkat menjadi 636 orang, yaitu bertambah 73 orang dari satu hari sebelumnya.

Sebanyak 3.143 orang positif terinfeksi virus. Sehingga, total pengidap corona sejauh ini di negara itu berjumlah 31.161 orang, Jumat (7/2).

Meski begitu, mayoritas korban virus corona ternyata orang dewasa. Kasus terakhir, dua bayi yang baru saja lahir terserang virus corona. Menurut laporan CCTV, salah satu bayi mengalami disfungsi hati kecil, infeksi paru-paru dan masalah pernapasan. Namun tidak ada demam atau batuk.

Lalu, mengapa virus corona lebih banyak menyerang orang dewasa dibandingkan anak-anak? Berikut penjelasannya:

Perbandingan Pasien Virus Corona Antara Orang Dewasa dan Anak-anak

Menurut New England Journal of Medicine, Kamis (6/2), menganalisis karakteristik 425 orang pertama di Wuhan yang terinfeksi virus corona atau 2019-nCoV. Jurnal ini menemukan bahwa usia pasien mayoritas di atas 15 tahun dan rata-rata berusia 59 tahun. Kemudian, korban meninggal akibat corona rata-rata berusia 36 tahun.

Meski begitu, sudah ada anak-anak yang menjadi korban virus corona. Namun tidak sebanyak korban orang dewasa.

Anak-anak Tidak Terlalu Berdampak pada Virus Corona

Menurut spesialis penyakit menular pada anak-anak di Vanderbilt University School of Medicine, Dr. Mark Denison, anak-anak tidak terlalu banyak terdampak SARS daripada orang dewasa selama wabah di China sekitar tahun 2003

Denison menjelaskan ada kemungkinan karena adanya unsur biologi, dimana anak-anak tidak terlalu rentan dibandingkan orang dewasa terhadap infeksi 2019-nCoV. Ini dikarenakan, sel anak-anak masih bisa menangkal virus. Alhasil virus lebih sulit bagi untuk bereplikasi dan malah menular ke orang lain.

Kemudian, penulis NEJM menjelaskan bahwa anak-anak bisa saja tertular virus, tetapi gejalanya lebih ringan daripada orang dewasa. Jadi, lebih kecil kemungkinan anak-anak dirawat karena virus ini.

Anak-anak Punya Kekebalan Tubuh

Spesialis penyakit menular pada anak-anak di Vanderbilt University School of Medicine, Dr. Mark Denison, mengatakan anak-anak punya sistem kekebalan tubuh yang baik.

Anak-anak lebih sehat dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini dikarenakan adanya vaksinasi pada anak-anak, yang membuat sistem kekebalan tubuhnya lebih baik.

Meski begitu, Denison memperingatkan bahwa ini hanya sementara. Jadi, bisa saja anak-anak terinfeksi dan mereka dapat menularkan infeksi.

Sharon Nachman, seorang spesialis penyakit menular anak di Rumah Sakit Anak Stony Brook, di Stony Brook, N.Y. menambahkan bahwa perilaku bersih bisa menghindarkan dari virus.

"Mencuci tangan dengan baik. Menyantap makanan bersih dan sehat juga akan membantu," katanya.

Virus Menyerang Karena Kekebalan Tubuh Menurun

Seperti diketahui, virus corona ternyata menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh melemah, maka virus dengan mudah menular. Zhan Qingyuan, Direktur pencegahan dan perawatan radang paru-paru di Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang, mengingatkan bahwa orang yang sudah pulih mungkin menjadi tidak kebal terhadap virus.

"Untuk pasien yang telah sembuh, ada kemungkinan kambuh," katanya, seperti dilansir Bussiness Insider.

Menurut Zhan, antibodi yang terbentuk pada setiap individu akan berbeda-beda tergantung gaya hidup dan usia. "Pada individu tertentu, kekebalan tubuh tidak akan bertahan lama."

Zhan mengatakan, keluarga virus corona--termasuk SARS dan MERS, menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang ringan hingga berat. Virus ini menyebar dari hewan ke manusia (zoonosis).

"Ketika virus memasuki tubuh manusia, virus itu mencoba menempel dan mengambil alih sel inang (dalam biologi, adalah organisme yang menampung virus, parasit, partner mutualisme). Alhasil, sistem kekebalan tubuh kita menghasilkan antibodi--yang membentuk protein yang mengenali dan menghilangkan virus." ujar Zhan.

Begitulah cara manusia menjadi kebal terhadap penyakit tertentu. Anak-anak yang terjangkit cacar air, misalnya, kebal terhadap penyakit ini saat dewasa. Vaksin adalah cara lain untuk mengembangkan kekebalan.

Diberi Vitamin untuk Kekebalan Tubuh

Pasien virus corona biasanya mengalami pilek, demam, batuk dan masalah pernapasan. Biasanya pasien akan dirawat di sebuah ruangan khusus yang tidak mudah dijangkau orang lain. Mereka diberi obat untuk sistem kekebalan tubuh dan melawan virus.

Prof Jonathan Ball, ahli virologi di Universitas Nottingham mengatakan pasien yang berada di ruang isolasi bisa menghentikan penyebaran virus.

Pasien yang sudah terlalu parah, akan diberi oksigen dan bahkan bisa saja memakai ventilator.

"Jika pasien memiliki gangguan pernapasan, mereka harus mendapat pernapasan dari oksigen," kata Prof Ball.

Zhang Dingyu, kepala Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, mengatakan kepada bahwa pasien yang pulih di sana dalam kondisi baik.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP