Ahli Medis Sebut Legenda Sepak Bola Argentina Maradona Dibiarkan Mati

Minggu, 2 Mei 2021 15:00 Reporter : Hari Ariyanti
Ahli Medis Sebut Legenda Sepak Bola Argentina Maradona Dibiarkan Mati Iringan Mobil Jenazah Diego Maradona di Buenos Aires. ©2020 REUTERS/Magali Druscovich

Merdeka.com - Ikon sepak bola Argentina, Diego Maradona mendapatkan perawatan medis tidak memadai dan dibiarkan merasakan “periode yang menyakitkan dan berkepanjangan” sebelum meninggal tahun lalu. Demikian kesimpulan panel pakar medis pada Jumat.

Dalam dokumen setebal 70 halaman itu, panel menyatakan Maradona, yang meninggal akibat serangan jantung pada 25 November 2020 dalam usia 60 tahun, “meninggal setidaknya 12 jam sebelumnya” pada saat dia ditemukan meninggal di tempat tidurnya.

Maradona meninggal hanya beberapa pekan setelah melakukan operasi otak karena pembekuan darah.

Dikutip dari France 24, Minggu (2/5), panel yang terdiri dari 20 pakar itu dipanggil jaksa penuntut umum Argentina untuk menyelidiki penyebab kematian Maradona dan memastikan apakah ada suatu keteledoran.

Dokter bedah otak yang menangani Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov dan psikolog Carlos Diaz sedang diselidiki temasuk seorang koordinator perawat dan koordinator dokter.

Temuan ini dapat mengakibatkan kasus kematian yang disengaja, dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun jika terbukti bersalah.
Proses hukum dipicu oleh pengaduan yang diajukan oleh dua dari lima putri Maradona terhadap Luque, yang mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Maradona menjalani operasi pada 3 November, hanya empat hari setelah ia merayakan ulang tahun ke-60 di klub yang ia bina, Gimnasia y Esgrima.

Namun, dia tampak dalam kondisi kesehatan yang buruk saat itu, dan mengalami kesulitan berbicara.

Baca Selanjutnya: Selama hidupnya Maradona kecanduan kokain...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini