Afghanistan umumkan gencatan senjata dengan Taliban karena jelang Idul Fitri
Merdeka.com - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata tanpa syarat dengan Taliban hingga 20 Juni, bertepatan dengan berakhirnya masa puasa di bulan Ramadan atau jelang Idul Fitri.
Namun gencatan senjata ini tidak berlaku bagi kelompok militan lain, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Keputusan ini dibuat setelah para ulama melakukan pertemuan untuk membuat fatwa tentang serangan Taliban. Mereka merekomendasikan gencatan senjata dengan Taliban yang berusaha menerapkan hukum Islam di negara tersebut. Ghani pun mendukung rekomendasi itu.
"Gencatan senjata ini adalah kesempatan bagi Taliban untuk melakukan introspeksi diri dan menyadari bahwa kampanye kekerasan yang mereka lakukan selama ini tidak memenangkan hati atau pikiran mereka, namun malah semakin mengasingkan mereka," kata Ghani melalui Twitternya, dikutip dari Reuters, Kamis (7/6).
"Dengan diumumkan gencatan senjata ini, kami menunjukkan kekuatan pemerintah Afghanistan dan keinginan rakyat untuk mendapatkan resolusi damai dalam konflik negara," tambahnya.
Namun tampaknya tidak semua setuju dengan langkah pemerintah kali ini. Mantan jenderal militer Atiqullah Amarkhel mengatakan bahwa gencatan senjata hanya akan memberi kesempatan bagi Taliban untuk mengumpulkan kekuatan.
"Dari pandangan militer, ini bukan langkah yang baik. Ini akan memberi musuh kesempatan untuk mempersiapkan diri dan melakukan serangan lebih banyak nantinya," ungkap Amarkhel.
Amarkhel menambahkan dirinya ragu Taliban akan benar-benar menurunkan persenjataan mereka. Malahan, mereka akan terus bertempur selama bulan suci Ramadhan dan mengelak bahwa mereka pelakunya.
Namun hingga pengumuman gencatan senjata ini dibuat, tidak ada reaksi yang diberikan dari Taliban.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya