Ada Virus Corona di Kemasan Cumi-Cumi Impor, China Minta Warga Pembeli Tes Covid-19

Senin, 21 September 2020 15:03 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ada Virus Corona di Kemasan Cumi-Cumi Impor, China Minta Warga Pembeli Tes Covid-19 Wabah virus mirip SARS hantui China. ©NICOLAS ASFOURI/AFP

Merdeka.com - Otoritas di Provinsi Jilin, China menemukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor, mendesak siapa pun yang telah membeli produk tersebut agar melakukan tes COVID-19, menurut otoritas kesehatan di Kota Fuyu, Minggu.

Salah satu kemasan tiba di kota tersebut melalui ibu kota provinsi Changchun, demikian pernyataan kantor kesehatan kota Fuyu di akun WeChat miliknya, Minggu, seperti dikutip dari Antara, Senin (21/9).

Pihaknya meminta agar warga yang telah membeli dan mengonsumsi cumi-cumi impor di kios makanan laut beku Sanjia Deda periode 24-31 Agustus melapor ke otoritas terdekat dan melakukan tes COVID-19.

Kantor pencegahan COVID-19 Changchun menyebutkan cumi-cumi tersebut diimpor dari Rusia melalui sebuah perusahaan di Kota Hunchun dan didistribusikan ke ibu kota provinsi tersebut.

2 dari 2 halaman

Bea Cukai China pada Jumat mengatakan akan menghentikan impor dari perusahaan selama sepekan jika produk makanan beku terbukti positif virus corona dan bisa sampai sebulan jika produk dari pemasok terbukti positif corona lebih dari tiga kali.

China daratan baru saja melaporkan jumlah kecil kasus baru COVID-19, yang dikabarkan muncul di Wuhan pada akhir tahun lalu, dengan hanya 10 infeksi baru pada Sabtu. Menurutnya, kasus baru COVID-19 mayoritas berasal dari para pendatang yang tiba di China.

Pada Agustus otoritas di dua kota di China mengaku telah menemukan jejak virus pada kargo makanan beku yang diimpor. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantas mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat bukti adanya COVID-19 yang disebarkan melalui makanan atau produk kemasan. [pan]

Baca juga:
Dua Penelitian Buktikan Virus Corona Bisa Menyebar di Dalam Pesawat Terbang
Sidang Parlemen India Dipersingkat karena 30 Anggota Positif Covid-19
Pejabat Kesehatan AS Sebut Pakai Masker Lebih Ampuh dari Suntik Vaksin
Masjid Al-Aqsa Ditutup Tiga Pekan karena Kasus Covid-19 Melonjak
WHO: Jangan Harap Ada Cukup Vaksin Untuk Hidup Bisa Kembali Normal Sampai 2022
Argentina Perpanjang Bonus Keuangan Bagi Tenaga Medis Pandemi Covid-19
Donald Trump Sebut Vaksin Covid-19 Akan Siap Dalam Empat Pekan
Kasus Positif Covid-19 di India Tembus 5 Juta, Rumah Sakit Rebutan Oksigen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini