Beredar narasi yang menyebutkan Presiden Jokowi sudah membohongi rakyat Indonesia karena pernah pergi ke Afghanistan 40 tahun yang lalu.
Jokowi disebut bertemu dengan istri Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Rula Ghani. Kepada Rula, Jokowi mengaku telah mengunjungi Kabul, ibu kota Afghanistan sekitar 40 tahun lalu.
Berikut narasinya:
*Ngibulnya Melebihi Dosis Yang Disarankan *bl*s*
*Si Raja Ngibul Bikin Hoax Lagi.....*
.
40 tahun yg lalu jokowi ketemu istri presiden Afghanistan Asraf Ghani...
Laaaaah... 40 thn yg lalu jokowi siapaa?? Gak ada yg kenal Diaa!!!
Boro2 istri presiden Afghanistan, lurah lenteng agung aja gak kenal jok0wi
Cerita 40 tahun lalu wkt dia nyetir di Kabul, suasana aman. 40 tahun lalu dari 2018 berarti tahun 1978.
Sementara Jokowi lahir tahun 1961. Berarti Jok0wi umur 17 tahun sdh jalan2 ke Afghan dan bahkan nyetir mobil segala. Wowwww!!!
Dimana coba nyari Presiden di dunia ini yg sehebat beliau..................... NGIBULNYA???
Donald Trump...??? Putusssss!Kagak ada apa2nya! Dan....Hanya Kaum Cebong yang Percaya wkwkwkwk....
Penelusuran
Penelusuran cek fakta merdeka.com, terkait klaim Presiden Jokowi pernah ke Afghanistan 40 tahun lalu adalah tidak benar. Pada faktanya, Presiden Jokowi menceritakan bahwa dirinya sempat bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Ibu Negara Rula Ghani pada 2018 lalu. Ketika itu, Rula Ghani bercerita bahwa 40 tahun lalu, Afghanistan merupakan negara yang tenteram.
Pernyataan lengkap Preden Jokowi ini dimuat dalam situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, setkab.go.id. Pidato tersebut diberi judul "Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, 27 Februari 2019, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat" yang dimuat pada 27 Februari 2019 lalu.
Berikut pidato Presiden Jokowi:
Sedikit saya ingin bercerita mengenai pertemuan saya dengan Ibu Rula Ghani, ini adalah istri dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Apa yang beliau ceritakan kepada saya, Presiden Jokowi empat puluh tahun yang lalu negara kami adalah negara yang aman tenteram. Afghanistan itu negara kaya, memiliki deposit emas sebesar, termasuk terbesar di dunia, memiliki deposit minyak dan gas juga termasuk terbesar di dunia. Empat puluh tahun yang lalu saya menyetir mobil di Kota Kabul atau dari Kabul ke kota-kota yang lainnya itu aman, tenteram, tidak ada masalah.
Problem dimulai saat dua suku bertikai, berkonflik. Di Afghanistan memiliki tujuh suku, tujuh suku, di Indonesia memiliki 714 suku, ini sebagai gambaran betapa sangat besarnya negara kita. Karena konflik dua suku itu, yang satu membawa kawan dari luar, yang satu lagi membawa kawan dari luar akhirnya perang dan empat puluh tahun tidak selesai, sulit, sangat sulit untuk dipertemukan kembali. Indonesia telah menyelenggarakan lebih dari sembilan kali pertemuan tapi juga belum ketemu-ketemu, yang satu mau yang satu enggak mau, yang satu mau yang lain enggak mau, bolak-balik, muter-muter seperti itu terus.
Apa yang ingin saya sampaikan dari pesan yang disampaikan Ibu Rula Ghani? Kalau sudah terjadi perang, mempersatukannya sangat sulit sekali, sudah sangat-sangat sulit sekali. Apa yang beliau sampaikan kepada saya? Saat perang yang dirugikan paling besar hanya dua, yang pertama wanita, yang kedua anak-anak. “Presiden Jokowi, sekarang…, dulu kita naik mobil muter-muter dari kota ke kota bisa, nyetir mobil sendiri berani, sekarang kita bisa naik sepeda saja sudah alhamdulillah. Anak-anak kita juga sulit dalam bersekolah.” Apa yang beliau pesankan kepada saya? “Indonesia negara besar, tadi Presiden menyampaikan bahwa suku di Indonesia ada 714, padahal kita ini hanya tujuh, Indonesia 714. Presiden Jokowi hati-hati, hati-hati, jangan sampai ada konflik sekecil apapun di negaramu. Cepat selesaikan, cepat rukunkan kembali, cepat dirampungkan. Ukhuwah, persaudaraan adalah hal yang sangat penting, baik itu ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah, penting semuanya,” dia sampaikan sambil menitikkan air mata.
Kesimpulan
Klaim Presiden Jokowi pernah ke Afghanistan 40 tahun lalu adalah keliru. Faktanya, Presiden Jokowi menceritakan bahwa dirinya sempat bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Ibu Negara Rula Ghani pada 2018 lalu. Ketika itu, Rula Ghani bercerita bahwa 40 tahun lalu, Afghanistan merupakan negara yang tenteram.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://setkab.go.id/musyawarah-nasional-alim-ulama-dan-konferensi-besar-nahdlatul-ulama-27-februari-2019-di-pondok-pesantren-miftahul-huda-al-azhar-citangkolo-kot/