Beredar informasi permen dot mengandung narkoba. Informasi itu beredar di media sosial Facebook. Kemudian ada foto seorang pria mengenakan pakaian putih tengah memegang permen lolipop.
Selain itu ada juga foto seorang polisi tengah memegang permen berbentuk pil berwarna kuning. Akun Facebook Dilanya Yudi mengaitkan foto-foto tersebut dengan permen mengandung narkoba.
"Sekedar info
Srmoga anak2 kita terhindar dari makanan ini," tulis akun Facebook Dilanya Yudi."
Penelusuran
Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah tidak benar. Dalam artikel liputan6 berjudul "BNN: Permen Dot Negatif Narkoba" pada 16 Maret 2017, dijelaskan bahwa permen dot tidak mengandung narkoba.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menyatakan, permen dot negatif dari bahan yang mengandung narkotika. Peredaran permen tersebut sebelumnya dikhawatirkan karena diduga mengandung narkoba.
"Permen dot kami nyatakan negatif, clear dari bahan kimia narkotika. Ini sudah dibuktikan tiga instansi, BNN, Polisi dan Laboratorium POM," kata Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).
Meski demikian, pria karib disapa Buwas ini mengimbau untuk terus berhati-hati lantaran masih ada potensi untuk masuknya peredaran narkoba menggunakan permen tersebut.
"Tapi harus masih juga diwaspadai, karena biasanya saat sudah dinyatakan clear, malah bisa dimanfaatkan oleh oknum narkoba, ini serius kita," tegas dia.
Buwas mengatakan, adanya efek pada anak kecil yang merasakan pusing saat mengonsumsi permen ini, bukan karena narkoba. Melainkan, kondisi pemakainya yang sedang tidak sehat.
"Itu anak kecilnya lagi sakit dia, sudah dicek dari dinas kesehatan sana (kondisinya)," tutur Budi Waseso.
Sedangkan foto seorang pria berbaju putih tengah memegang tiga permen lolipop, dijelaskan dalam artikel jawapos berjudul "Gila! Permen Lolipop Rasa Ganja dan Sabu Mulai Beredar" pada 21 Agustus 2015.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa BNN Kabupaten Bogor mengungkap adanya peredaran permen mengandung narkoba pada Agustus 2018 lalu.
Permen yang sudah beredar antara lain berbentuk permen gagang dengan kemasan berlabel Cannabis. Permen ini diduga mengandung ganja. Selain itu, ada lagi tiga permen lainnya jenis lolipop warna-warni, yang katanya mengandung bahan pembuat sabu-sabu.
"Jenis-jenis permen seperti ini yang harus diwaspadai," ujar Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budi, kepada Radar Bogor (Grup JawaPos), Kamis (20/8).
Namun demikian, Budi mengatakan sulit membedakan jenis permen yang mengandung narkoba secara kasat mata. Apalagi bagi orang awam.
Kemudian foto seorang polisi yang tengah memegang permen berbentuk pil. Foto serupa pernah diunggah di artikel berjudul "Polisi Bali Temukan Ekstasi Mirip Permen Anak-anak" yang dimuat situs kompas.com pada 19 Februari 2013.
Advertisement
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar mengungkap peredaran ekstasi mirip permen anak-anak.
Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP IB Made Sarjana menjelaskan, ekstasi ini merupakan temuan baru.
"Ada ekstasi jenis baru, bentuknya berbeda seperti kepala kelinci", jelasnya.
Foto selanjutnya yang ditelusuri adalah foto kertas kecil berwarna-warni yang diletakkan di atas lidah seseorang. Dari hasil penelusuran, foto tersebut merupakan jenis narkoba, yakni Lysergic acid diethylamide (LSD).
Foto serupa dimuat dalam artikel "Mengenal Efek dan Bentuk LSD yang Dikonsumsi Christopher" dari situs Liputan6.com.
Tindakan Christopher Daniel Sjarif (22) yang menabrak sejumlah kendaraan hingga menewaskan 4 orang karena dipengaruhi oleh narkoba. Polda Metro menyebut, narkoba yang dikonsumsi oleh pengemudi Oulander maut itu berjenis Lysergic acid diethylamide (LSD).
Menurut Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwiyanto, jenis narkoba LSD tersebut adalah narkotika yang termasuk golongan I. Setidaknya, ada 4 efek yang ditimbulkan LSD bila dikonsumsi.
Pertama, beber Sumirat, LSD memiliki sifat halusinogen. "Halusinogen itu bisa mengakibatkan halusinasi. Sifat halusinasi adalah terjadinya disorientasi ruang dan waktu. Dia tida bisa membedakan mana ruang dan waktu, siang, atau sore," kata Sumirat saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (22/1/2015).
Kedua, zat yang terkandung dalam LSD juga mengakibatkan disorientasi jarak. Sehingga pengguna tidak bisa mengenal jauh atau dekat.
Kesimpulan
Informasi yang beredar terkait jenis-jenis permen yang beredar tidak sepenuhnya benar. Beberapa permen tidak mengandung narkoba dan beberapa permen lainnya memang terbukti mengandung narkoba.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.