Penjelasan Video Pembagian Sembako di Pasar Gede Oleh Polresta Surakarta

Rabu, 3 April 2019 17:23 Reporter : Arie Sunaryo
Penjelasan Video Pembagian Sembako di Pasar Gede Oleh Polresta Surakarta Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebuah video pembagian sembako yang dilakukan oleh sejumlah anggota ke polisian viral setelah diunggah akun Instagram @sekilasinfo_ pada Rabu (3/4) pagi. Dalam video berdurasi 45 detik tersebut seorang anggota kepolisian menyebut jika sembako tersebut sebagai bantuan presiden Joko Widodo.

"Dari bapak Presiden," ucap salah seorang Polwan berulangkali, seusai menyerahkan bingkisan dalam tas berwarna merah putih kepada warga.

Sementara pada unggahan tersebut dituliskan. 'Ini loh yang dinamakan netral JAE KENCUR PANIK. Dari bapak SELOKAN pantasnya bukan bapak presiden wkwkwkw karna asal mula terkenal masuk selokan."

Hingga 9 jam atau pukul 16.30 WIB, diunggah video tersebut telah ditonton sebanyak 60.185 kali. Serta mendapatkan 892 komentar beragam dari nitizen. Ada yang pro dan tentu saja tak sedikit yang kontra.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, video tersebut adalah giat pengamanan pembagian sembako pada 28 Juni 2017. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoaks dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

"Kita akan berkoordinasi, nanti kita usut siapa penyebar video tersebut. Agar kejadian tersebut tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Kapolresta," Rabu (3/4).

Ribut mengemukakan, saat itu memang ada kegiatan pembagian sembako. Keterlibatan petugas kepolisian, kata dia, sudah sesuai dengan aturan yang ada. Yaitu setiap ada kegiatan sosial, kepolisian wajib hadir untuk melakukan pengamanan.

"Kami mengamankan kegiatan masyarakat. Siapapun yang akan melakukan kegiatan sosial, bantuan, pasti kami amankan," tandasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan jika saat ini, video itu kembali diedarkan untuk mendiskreditkan Polri. Sehingga seolah-olah Polri mendukung salah satu pasangan calon.

"Video ini sangat merugikan polisi. Kami tegaskan bahwa Polri netral," jelasnya lagi. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Cek Fakta
  2. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini