Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali Ciri Hewan Terinfeksi Rabies! Pastikan Peliharaan Anda Sehat

Kenali Ciri Hewan Terinfeksi Rabies! Pastikan Peliharaan Anda Sehat Ilustrasi anjing menggigit. ©shutterstock.com/cynoclub

Merdeka.com - Kasus anak berusia lima tahun di Buleleng, Bali masih menjadi perbincangan publik, karena meninggal dunia usai digigit anjing yang terinfeksi rabies.

Peristiwa tersebut membuka mata kita supaya lebih berhati-hati terhadap bahaya hewan penyakit menular dari hewan kepada manusia.

Maka dari itu, penting bagi masyarakat umum mengetahui ciri-ciri hewan yang terjangkit rabies. Lantas, apa saja ciri-ciri hewan yang kena rabies? Berikut ulasannya:

Rabies merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan hewan. Virus yang menyebabkannya adalah lyssavirus dari famili rhabdoviridae.

Hewan utama pembawa virus rabies adalah kelelawar, rakun, dan tikus. Selain itu, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga bisa terinfeksi dan menularkannya pada manusia.

Oleh sebab itu, salah satu langkah penting untuk mencegah penularan rabies pada manusia ialah mengenali ciri-ciri rabies pada hewan, terutama anjing dan kucing.

Anjing dan kucing yang terinfeksi rabies akan menunjukkan perubahan perilaku yang sangat ekstrem, seperti:

- selalu gelisah,- tidak bisa diam,- ketakutan,- lebih sensitif dan mudah marah,- terlihat kesakitan,- demam,- sering menggigiti benda-benda,- sering menyerang hewan lain,- mengalami kelumpuhan kaki belakang,- tidak nafsu makan,- kejang, dan- mengeluarkan air liur berbuih.

Selain itu anjing atau kucing yang terinfeksi bisa menjadi sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara. Kemudian, kelumpuhan otot tenggorokan dan rahang memunculkan gejala khas berupa busa atau buih pada mulut anjing.

Anjing atau kucing yang semula jinak bisa tiba-tiba menjadi lebih sensitif, ganas, dan bahkan bisa menyerang pemiliknya. Pada anjing-anjing liar, infeksi rabies bisa membuat mereka menjadi lebih buas.

Namun, tidak semua anjing menunjukkan tanda-tanda rabies yang sama. Beberapa anjing yang terinfeksi justru lebih pendiam, tampak sakit, dan lemas. Terkadang, anjing yang terinfeksi rabies bahkan terlihat normal dan tidak menunjukkan gejala atau perubahan perilaku apa pun.

Bagaimana Rabies Bisa Nular ke Manusia?

ilustrasi rabies

sunnysports.com

Dilansir dari situs hellosehat, virus rabies dari hewan anjing atau kucing bisa menular ke manusia melalui gigitan atan cakaran. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 99% kasus rabies pada manusia ditularkan dari gigitan anjing.

Rabies juga bisa menular melalui air liur hewan terinfeksi ke mulut manusia. Ini bisa terjadi saat Anda mencium hewan peliharaan yang terinfeksi atau ketika anjing menjilat wajah Anda.

Air liur hewan terinfeksi ke luka. Virus rabies yang ada dalam air liur hewan terinfeksi juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit yang terbuka.

Menurut para peneliti, penularan rabies di antara manusia secara teoritis mungkin terjadi, yaitu melalui gigitan atau kontak antara air liur (saat berciuman).

Hal yang Pertama Dilakukan Usai Digigit Hewan Rabies

Jika Anda digigit hewan yang terinfeksi rabies, langkah yang pertama yang harus dilakukan yakin jangan panik, usahakan tetap tenang.

Pertolongan medis untuk penanganan rabies perlu segera dilakukan jika Anda terpapar hewan yang menunjukan gejala rabies.

Jika ada luka gigitan, dokter akan mencuci luka terlebih dahulu selama 15 menit menggunakan sabun, air, deterjen, dan larutan pembersih yang mengandung povidone iodine untuk membunuh virus penyebab rabies.

Dokter akan menyuntikkan vaksin rabies berjenis profilaksis pascapajanan (PEP) agar virus rabies tidak menginfeksi sistem saraf Anda.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP