CEK FAKTA: Hoaks Ulama di Aceh Haramkan Vaksin Covid-19

Rabu, 13 Januari 2021 16:06 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Ulama di Aceh Haramkan Vaksin Covid-19 Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19. ©BPMI Setpres

Merdeka.com - Informasi para ulama di Aceh mengharamkan vaksin Covid-19 beredar di media sosial. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Rauzatul Jannah, pada 10 Januari 2021.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar bernarasi jika rakyat Aceh menolak vaksin Covid-19 karena banyak mudarat atau kerugiannya menurut para ulama Aceh haram.

hoaks ulama di aceh haramkan vaksin covid 19
©Liputan6.com

Penelusuran

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan, masyarakat di provinsi paling barat Indonesia tidak perlu khawatir terhadapat vaksin Covid-19 buatan Sinovac karena status kehalalannya sudah dikaji oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Untuk itu kepada masyarakat kita tidak perlu lagi ada keraguan dalam hal merespons status hukum vaksin COVID-19 Sonovac ini" kata Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh dilansir dari ANTARA.

Selama ini, katanya, setiap ada vaksinasi, MPU Aceh selalu menuntut pemerintah agar vaksin tersebut adalah vaksin halal.

Untuk vaksin COVID-19 buatan Sinovac ini, lanjut dia, tim dari MUI juga sudah bertolak ke China, kemudian dilanjutkan ke Bio Farma untuk mengkaji kandungan dalam vaksin buatan China itu.

"Ternyata dalam perkembangan vaksin Sinovac ini tidak ada sedikit pun yang menyentuh dengan hal-hal najis mughallazah, yaitu dengan babi, anjing dan unsur-unsur manusia di situ," katanya.

Sementara itu dilansir dari merdeka.com, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyepakati vaksin Covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China, Sinovac hukumnya halal dan suci. Hal tersebut setelah dilakukan serangkaian pengujian dan menggelar sidang pleno.

"Menyepakati bahwa vaksin Covid yang diproduksi Sinovac yang diajukan oleh PT Bio Farma hukumnya suci dan halal, ini terkait aspek kehalalannya," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam dalam keterangan telekonference di Jakarta, Jumat (8/1).

Kesimpulan

Klaim ulama Aceh mengharamkan vaksin Covid-19 adalah tidak benar. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan, masyarakat Aceh tidak perlu khawatir terhadapat vaksin Covid-19 buatan Sinovac karena status kehalalannya sudah dikaji oleh MUI.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini