Unggahan di Facebook menyebut mengonsumsi hujan es bisa meningkatkan imunitas tubuh. Dalam unggahan disertakan video yang memperlihatkan butiran es.
Disebutkan juga jika ibu-ibu sebaiknya tidak melarang anaknya bermain hujanan saat hujan es terjadi dan membiarkan es tersebut dimakan.
"Fenomena Hujan ES!
Dulu ketika masih kanak2 terjadi hujan es,ibu membiarkan kami behujan2n dihalaman sambil sesekali kami makan esnya dan sampe sekarang beliau masih msh mengingatkan
beliau tidak melarang,
Ternyata banyak hikmahnya!
1.imun tubuh
2.bersyukur
3........"
Penelusuran
Hasil penelusuran, melansir dari kompas.com, Dokter sekaligus Direktur RSU PKU Muhammadiyah Prambanan dr Dien Kalbu Ady mengatakan, hujan es memiliki kandungan yang tidak jauh berbeda dengan hujan biasa. Hanya berbeda wujudnya saja.
Hujan membawa polutan karena zat-zat emisi dari bumi akan bertumbukan dan menempel dengan droplet air yang ada di atmosfer. Dalam kasus hujan es, campuran air tersebut mengalami kristalisasi akibat pergerakan udara yang memengaruhi suhu.
"Meski demikian, hujan es membawa polutan dari atmosfer. Bukan sekadar membawa partikel debu yang berukuran kecil. Hujan es juga mengandung gas-gas emisi seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan karbon monoksida," kata Dien saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/2/2022).
Menurut Dien, berikut beberapa risiko kesehatan yang ditimbulkan akibat polutan tersebut: Polutan karbon monoksida dapat mengakibatkan kerusakan pada otot jantung dan susunan saraf pusat, polutan nitrogen dioksida dapat menyebabkan kerusakan di organ paru-paru, polutan sulfur dioksida dapat menyebabkan gangguan di sistem pernafasan dan bersifat karsinogenik (pemicu kanker).
"Karena hujan es mengandung senyawa polutan-polutan tersebut maka tidak benar dengan mengonsumsi akan meningkatkan imunitas. Justru sebaliknya, hujan es tidak baik untuk dikonsumsi," ujar Dien.
Sementara itu, dilansir dari merdeka.com, hujan es dapat dipicu oleh adanya pola konveksi di atmosfer dalam skala lokal-regional yang signifikan. Hujan es dapat terbentuk dari sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang umumnya memiliki dimensi menjulang tinggi yang menandakan bahwa adanya kondisi labilitas udara signifikan dalam sistem awan tersebut.
"Sehingga dapat membentuk butiran es di awan dengan ukuran yang cukup besar. Besarnya dimensi butiran es dan kuatnya aliran udara turun dalam sistem awan CB atau yang dikenal dengan istilah downdraft," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan tertulis, Selasa (22/2).
Downdraft ini dapat menyebabkan butiran es dengan ukuran yang cukup besar yang terbentuk di puncak awan Cb tersebut turun ke dasar awan hingga keluar dari awan dan menjadi fenomena hujan es. Kecepatan downdraft dari awan Cb yang signifikan dapat mengakibatkan butiran es yang keluar dari awan tidak mencair secara cepat di udara.
"Bahkan ketika sampai jatuh ke permukaan bumi pun masih dalam berbentuk butiran es yang dikenal dengan fenomena hujan es," pungkasnya.
Seperti diketahui, kejadian cuaca ekstrem berupa fenomena hujan es telah terjadi dalam sepekan ini di beberapa wilayah seperti Surabaya, Lampung, Bekasi, dan wilayah lainnya. Kejadian tersebut disertai juga dengan hujan intensitas lebat dalam durasi singkat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.
Kesimpulan
Mengonsumsi es saat hujan es terjadi diklaim bisa meningkatkan imunitas tubuh adalah tidak benar. Karena hujan es mengandung senyawa polutan-polutan yang tidak baik untuk dikonsumsi.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/02/24/103600882/-hoaks-mengonsumsi-hujan-es-meningkatkan-imunitas?page=all#page2
https://www.merdeka.com/peristiwa/fenomena-hujan-es-diprediksi-hingga-april-begini-penjelasan-bmkg.html