CEK FAKTA: Hoaks Bule yang Cibir Batik Dihajar Warga

Rabu, 23 November 2022 18:53 Reporter : Merdeka
CEK FAKTA: Hoaks Bule yang Cibir Batik Dihajar Warga Pemimpin Negara Berpakaian Batik di Gala Dinner G20. ©2022 REUTERS/Pool

Merdeka.com - Seorang bule jadi perbincangan di media sosial setelah mengunggah cuitan Twitter yang dinilai menghina pakaian batik, 16 November 2022. Cuitan itu disertai foto Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau saat berbincang dan mengenakan batik.

Pakaian dengan tema kain batik dikenakan para pemimpin negara saat acara Welcoming Dinner atau Jamuan Makan Malam KTT G20 di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

Bule yang mengunggah pernyataan tersebut, Mahyar Tousi. YouTuber asal London menulis itu kalimat yang jika diartikan ke Bahasa Indonesia:

"Apa yang sedang dikenakan oleh para idiot ini?!"

Selain itu, pengguna Twitter yang lain, Sophie Corcoran juga mempertanyakan soal batik.

"Why are they all dressed the same, and like that (kenapa mereka semua berpakaian sama dan terlihat seperti itu),” tulis jurnalis lepas itu.

Kemudian, sebuah video muncul di YouTube dengan klaim "Menghina Batik KTT G20 Seorang Warga Bule Dihajar Ramai-Ramai Warga". Video berjudul "HINA BATIK YANG DIPAKEK PRESIDEN KTT G20, SEORANG BULE BERAKHIR BEGINI" tersebut diunggah Sabtu, 19 November 2022 dan telah ditonton lebih dari 300 ribu kali.

Lantas, benarkah bule yang mencibir batik dihajar warga?

Penelusuran

Setelah ditonton sampai habis, konten berdurasi 10.04 itu hanya menampilkan berbagai potongan video momen saat KTT G20 dan tidak memuat dokumentasi serta narasi seperti klaim. Selain itu, video tersebut juga memuat beberapa orang yang memberikan tanggapan mengenai penyelenggaraan konferensi di Bali itu, termasuk Direktur Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB), Rudi Kamri yang menyebut sangat bangga dengan Jokowi atas KTT G20.

Dalam video itu sama sekali tidak memuat dokumentasi atau narasi pemukulan terhadap bule yang mengunggah cuitan di Twitter mengenai batik, seperti yang ditampilkan dalam thumbnail. Thumbnail video merupakan hasil suntingan. Video lain berujudul "BIKIN GADUH, HAIKAL HASAN DIUSIR WARGA MALANG ~ BERITA TERBARU" pernah menggunakan gambar serupa pada thumbnail.

Penelusuran juga dilakukan dengan menggunakan kata kunci "bule penghina batik" tetapi tidak menghasilkan berita seperti klaim. Beberapa media menuliskan bule tersebut berakhir diserang warganet Indonesia hingga diancam di kolom Twitter unggahannya. Bahkan, Mahyar Tousi mengaku telah mendapat ancaman pembunuhan.

Mahyar Tousi akhirnya meminta maaf dan mengklarifikasi cuitannya setelah mendapat ancaman tersebut.

"Saya mohon maaf atas pelanggaran yang tidak disengaja yang disebabkan oleh tweet yang bercanda tentang pemimpin G20 yang mengenakan pakaian adat Indonesia. Kami di Inggris membuat lelucon tentang Sunak dan Trudeau yang memakainya tidak memiliki niat buruk dan tidak mengetahui budayanya," tulisnya 17 November 2022.

Sementara itu, Presiden Jokowi menjelaskan alasan para pemimpin negara mengenakan batik saat KTT G20 melalui akun Instagramnya, setelah cuitan tersebut ramai dan tranding di Twitter.

“Batik Indonesia adalah warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang diakui oleh UNESCO. Batik dengan aneka corak dan warna digunakan masyarakat dalam berbagai suasana, dari perhelatan resmi, panggung fesyen, hingga kehidupan sehari-hari,” tulis Jokowi, 19 November 2022.

Kesimpulan

Klaim bule yang dinilai mengunggah kalimat menghina batik dihajar warga adalah hoaks. Tidak ada sumber kredibel yang menuliskan klaim itu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.youtube.com/watch?v=yYADylV9GFk&t=17s
https://seleb.tempo.co/read/1657925/dapat-ancaman-pembunuhan-youtuber-mahyar-tousi-minta-maaf-usai-hina-batik-di-g20
https://m.liputan6.com/showbiz/read/5129916/jokowi-jelaskan-alasan-tamu-ktt-g20-pakai-batik-tulis-setelah-dihina-youtuber-mahyar-tousi

Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah

[lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini