FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari 27 hingga 31 Maret menjadi kesempatan bagi PSSI untuk mengatasi kekecewaan masyarakat Indonesia setelah timnas gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Di bawah kepemimpinan pelatih baru asal Inggris, John Herdman, Skuad Garuda akan berhadapan dengan tiga negara lain, yaitu Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).
Pertandingan pertama Indonesia akan melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sementara itu, laga lainnya akan mempertemukan Belgia dengan Kepulauan Solomon.
Tim yang menang dari masing-masing pertandingan akan melaju ke babak final. Meski bukan untuk meremehkan, Jay Idzes dan rekan-rekan diperkirakan mampu mengalahkan Saint Kitts and Nevis, dan berpeluang besar untuk bertemu Bulgaria di final.
Bagi masyarakat Indonesia, terutama para penggemar setia tim nasional, meraih trofi FIFA Series adalah sebuah keharusan yang harus diwujudkan oleh John Herdman dan timnya. Setidaknya, kemenangan ini dapat menutupi kekecewaan para penggemar setelah tim kesayangan mereka tidak berhasil mencapai putaran final Piala Dunia 2026.
Advertisement
Harus Bekerja Sama
Kemungkinan Indonesia meraih gelar juara sangat terbuka. Selain berperan sebagai tuan rumah, Skuad Garuda juga diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi yang berkompetisi di dalam negeri maupun di berbagai liga Eropa.
Pemain-pemain terkenal seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Emil Audero, Maarten Paes, Rizky Ridho, dan Ricky Kambuaya diperkirakan akan menjadi andalan dalam susunan pemain utama. Dukungan terhadap performa Jay Idzes dan rekan-rekannya di FIFA Series juga datang dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Sihar Sitorus, mantan anggota Exco PSSI yang juga memiliki beberapa klub sepak bola.
"Saya rasa, kebersamaan itu yang paling penting karena biar bagaimana pun juga dia harus main team work. Jadi, saling kerjasamalah semuanya, mulai dari pimpinan sampai dengan bahkan sampai tukang sapu sekalipun," ungkap Sihar saat ditanya tentang peluang Indonesia di FIFA Series melalui kanal YouTube NTV Sport.
Advertisement
Kebijakan Pemain Naturalisasi
"Kita harus saling mendukung, karena ini adalah kesempatan pertama kita untuk mengobati harapan yang sangat tinggi yang kita miliki sebelumnya, yaitu menuju Piala Dunia 2026. Namun, ini juga merupakan pengalaman yang baik," ungkap pemilik klub FCV Dender EH dari Belgia.
Mengenai upaya PSSI yang terus mencari pemain-pemain keturunan untuk program naturalisasi, pendiri klub Medan United, Medan Chiefs, dan Pro Duta FC menyatakan bahwa semua keputusan tersebut tergantung pada PSSI.
"Saya pikir ini bukan masalah perlu atau tidak. Yang terpenting adalah menemukan pemain yang sesuai dengan visi kita dan gaya permainan yang diinginkan. Selanjutnya, kita perlu melengkapi tim ini dengan pemain-pemain yang sudah ada," kata politisi PDIP yang berusia 57 tahun.
Advertisement
Bakat-bakat Lokal
Sihar menekankan pentingnya PSSI untuk tetap memperhatikan bakat-bakat lokal yang ada.
"Apabila ada pemain yang berkualitas dari domestik, saya rasa itu akan menjadi pilihan juga," ujar Sihar.
Menurutnya, jika tidak ada pemain diaspora yang memenuhi kriteria, maka mencari alternatif dari dalam negeri adalah langkah yang bijak.
Oleh karena itu, keputusan tersebut sangat tergantung pada visi yang dimiliki oleh PSSI sendiri. Sihar berharap agar organisasi sepak bola ini tidak melupakan potensi yang ada di tanah air.