3 Alasan Real Madrid Sulit Dijadikan Favorit untuk Sabet Gelar Liga Champions

Komentar kritis disampaikan oleh Craig Burley, mantan pemain Chelsea, yang meragukan kemampuan Real Madrid untuk meraih gelar Liga Champions.

Gregah Nurikhsani
Oleh Gregah Nurikhsani - Reporter
3 Alasan Real Madrid Sulit Dijadikan Favorit untuk Sabet Gelar Liga Champions
Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr (Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr)

Komentar tajam dilontarkan oleh mantan pemain Chelsea, Craig Burley, yang meragukan kemampuan Real Madrid untuk meraih gelar UEFA Champions League pada musim ini.

Menurutnya, performa Los Blancos belum menunjukkan kualitas yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan hingga akhir kompetisi. Pendapat ini diungkapkan Burley saat ia menjadi narasumber dalam program analisis sepak bola ESPN FC.

Burley mengamati bahwa Real Madrid mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan tim-tim yang mampu menekan dan mengendalikan permainan.

Ia berpendapat bahwa situasi ini menciptakan tekanan tambahan bagi para pemain, terutama ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan.

Respons dari penonton di tribune diyakini turut memengaruhi mental tim di lapangan. Meskipun Real Madrid baru saja berhasil melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Benfica di fase play-off, performa mereka dalam pertandingan tersebut masih dianggap kurang dominan.

Tidak Yakin

3 Faktor Real Madrid Sulit Dijagokan Menjadi Juara Liga Champions
Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr

Burley mengamati adanya pola yang cukup jelas ketika Real Madrid menghadapi tekanan dari lawan.

Menurutnya, situasi tersebut bisa menjadi masalah besar jika mereka bertemu dengan tim-tim yang lebih kuat di fase gugur.

"Ketika Anda melihat Real Madrid saat tim lawan mulai menguasai permainan, penonton menjadi lebih gelisah. Ketika penonton gelisah, para pemain juga ikut tegang," ungkap Burley.

Ia juga membahas pertandingan melawan Benfica yang dinilainya masih berlangsung ketat hingga mendekati akhir.

"Namun Benfica sebenarnya tidak benar-benar membiarkan situasi itu terjadi karena mereka melakukan kesalahan. Meski begitu, pertandingan tetap berada dalam situasi yang sangat tipis hingga menjelang akhir laga," tambahnya.

Burley menegaskan hingga saat ini, ia belum melihat hal yang membuatnya yakin Real Madrid bisa melangkah jauh di Liga Champions musim ini.

"Saya tidak melihat sesuatu dari Real Madrid yang membuat saya berpikir mereka akan mendekati gelar di kompetisi ini. Mungkin saya bisa saja salah, tetapi saya rasa tidak," tutupnya.

Tantangan Berat Los Blancos

3 Faktor Real Madrid Sulit Dijagokan Menjadi Juara Liga Champions
Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr Dua menit berselang, gelandang Real Madrid Aurelien Tchouameni berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mengembalikan keunggulan agregat bagi tuan rumah. Tampak dalam foto, gelandang Real Madr

Burley mengungkapkan bahwa Real Madrid akan menghadapi tantangan berat saat berhadapan dengan tim-tim elite Eropa yang sedang menunjukkan performa terbaik. Ia menyoroti beberapa klub, seperti Bayern Munchen, Paris Saint-Germain, Arsenal, dan Barcelona, yang dinilai mampu mengekspos kelemahan yang ada pada Los Blancos.

"Saya tidak melihat sesuatu yang menunjukkan bahwa ketika mereka menghadapi tim yang sangat solid dan benar-benar kuat, seperti Bayern Munich, atau jika PSG meningkatkan permainan mereka, atau Arsenal, atau mungkin bahkan Barcelona lagi, mereka akan bisa bertahan," ucap Burley.

Menurut pandangannya, Real Madrid saat ini terlalu sering memberikan peluang kepada lawan dan masih mengandalkan momen-momen individu untuk meraih kemenangan.

"Mereka sudah memberikan banyak peluang kepada lawan, dan sekali lagi mereka terlalu bergantung pada momen keajaiban individu," tambahnya.

Di babak 16 besar nanti, Real Madrid diprediksi akan menghadapi Manchester City atau Sporting CP setelah berhasil lolos dari fase play-off. Pertandingan ini diyakini akan menjadi ujian berat bagi Los Blancos untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi keraguan yang ada.

Rekomendasi