Media Inggris Soroti Taktik Patrick Kluivert di Timnas Indonesia: Awalnya Eksperimen, Pakai Metode STY, Kini Kembangkan Strategi Baru
Media Inggris melakukan analisis terhadap strategi yang diterapkan oleh Patrick Kluivert dalam kepemimpinannya di Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober 2025.
Ini merupakan tantangan besar bagi Patrick Kluivert dan timnya setelah dia ditunjuk untuk menggantikan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Media Inggris, Daily Star, melakukan analisis terhadap perubahan yang terjadi pada skuad Garuda sejak Kluivert resmi menjabat.
Timnas Indonesia telah menjalani empat pertandingan di babak ketiga kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 2026.
"Ia mencoba melakukan perubahan radikal pada sistem permainan, tetapi kekalahan telak 1-5 dari Australia menjadi peringatan keras: transisi tidak dapat dilakukan secara instan," tulis Daily Star, Selasa (16/9/2025).
Setelah kekalahan tersebut, mantan bintang Barcelona ini kembali menggunakan pendekatan yang diterapkan oleh Shin Tae-yong, dengan mengandalkan formasi 3-4-3 dalam pertandingan melawan China, Bahrain, dan Jepang.
Soroti Keberanian Patrick Kluivert
Media Daily Star menyoroti keberanian Patrick Kluivert dalam FIFA Matchday pada September 2025. Saat itu, Skuad Garuda bertanding melawan Chinese Taipei dengan hasil 6-0 dan Lebanon dengan hasil imbang 0-0.
Dalam laporan tersebut, dinyatakan Kluivert tengah berupaya membangun identitas taktis yang khas untuk timnya. Ia tidak hanya melakukan rotasi pemain, tetapi juga mengubah sistem permainan menjadi formasi 4-4-2, yang memberikan nuansa baru bagi tim.
Salah satu perubahan mencolok terlihat pada penempatan pemain di lapangan. Calvin Verdonk, yang biasanya berfungsi sebagai bek sayap klasik, kini diubah perannya menjadi full-back terbalik ala Pep Guardiola.
Dengan perubahan ini, tim menjadi lebih fleksibel dalam membangun serangan dan memperkecil jarak antar lini.
Transformasi serupa juga diterapkan pada Nathan Tjoe-A-On, yang sebelumnya berperan sebagai gelandang bertahan, kini dimainkan lebih agresif untuk merebut bola. Tugasnya jelas: menghentikan aliran permainan lawan dan menciptakan ruang bagi gelandang kreatif untuk mengatur serangan dengan lebih leluasa.
Eksperimen Kluivert semakin menarik saat menghadapi Lebanon. Marselino Ferdinan diberikan peran baru dengan menggantikan Mauro Zijlstra, bukan sebagai striker murni, tetapi sebagai false nine.
Selain itu, Patrick Kluivert juga mulai memperkuat sektor pertahanan agar lebih solid. Kevin Diks, yang biasanya beroperasi sebagai bek kanan, ditempatkan sebagai bek tengah saat melawan Lebanon, yang juga sejalan dengan perannya di Borussia Monchengladbach di Bundesliga.
Duet Diks bersama Jay Idzes dari Sassuolo menunjukkan potensi yang menjanjikan. Kombinasi mereka semakin diperkuat dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti Jordi Amat, serta sejumlah nama muda berbakat seperti Justin Hubner, Mees Hilgers, dan talenta lokal Rizky Ridho.
Dengan langkah-langkah ini, Kluivert tampaknya sedang merancang tim yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.
Kesulitan Menghadapi Tim Bertahan
Patrick Kluivert menurunkan susunan pemain terbaiknya dalam laga internasional September 2025, terutama saat menghadapi Lebanon. Pertandingan ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai persiapan untuk putaran keempat mendatang.
Meskipun Timnas Indonesia menguasai permainan dengan penguasaan bola mencapai 81 persen, Jay Idzes dan rekan-rekannya hanya mampu melepaskan sembilan tembakan, dan tidak ada satu pun yang mengarah ke gawang.
Pasukan Kluivert menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, tetapi meskipun mendominasi, Timnas Indonesia kesulitan untuk membobol gawang lawan akibat pertahanan Lebanon yang sangat solid.
Tim pelatih Timnas Indonesia perlu mengambil langkah serius untuk memperbaiki performa lini depan. Jika mereka ingin bersaing dengan Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang, perbaikan ini sangat penting.
Keberhasilan dalam mencetak gol akan menjadi kunci untuk meningkatkan peluang mereka dalam pertandingan mendatang. Oleh karena itu, fokus pada pengembangan strategi serangan yang lebih efektif menjadi sangat krusial bagi tim.
Jadwal Putaran 4
Timnas Indonesia akan menghadapi dua pertandingan krusial di Ronde 4 dengan format round-robin. Pertandingan pertama akan dilaksanakan melawan Arab Saudi, yang merupakan tuan rumah Grup B, pada 8 Oktober 2025.
Setelah itu, Timnas Indonesia akan bertanding melawan Irak pada tanggal 12 Oktober 2025. Setiap tim akan menjalani dua laga, berperan sebagai tuan rumah dan tim tamu. Hanya juara grup yang dapat langsung melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Sementara itu, tim yang menempati posisi kedua masih memiliki peluang dengan menjalani pertandingan dua leg di Ronde 5 melawan runner-up Grup A.
Pemenang dari Ronde 5 akan melanjutkan ke Playoff Antar Konfederasi. Mereka akan menghadapi tim-tim dari berbagai benua, termasuk Afrika, Oceania, CONMEBOL, dan CONCACAF, yang tentunya akan menjadi tantangan yang lebih besar. Berikut adalah jadwal pertandingan Timnas Indonesia:
- Rabu, 8 Oktober 2025
- Timnas Indonesia vs Arab Saudi
- Sabtu, 12 Oktober 2025
- Timnas Indonesia vs Irak
- Selasa, 14 Oktober 2025