Nadya Hutagalung membagikan tiga gambar, termasuk masa kecilnya, mengungkapkan perjalanan sulit dengan berbagai bentuk pelecehan.
Advertisement
Saat Remaja
Pada gambar kedua, Nadya remaja terlihat menjalani hidup sendiri, mulai bekerja sejak usia 12 tahun, dan meninggalkan pendidikannya.
Advertisement
Saat Menjadi Model
Dalam gambar ketiga, Nadya Hutagalung sebagai model top menghadapi berbagai pelecehan, namun dia tidak merasa terpuruk; malah terus maju melangkah dengan tegar.
Advertisement
Mengaku Sebagai Korban
Nadya menemukan ironi dalam ketidakmauannya mengaku sebagai korban. Sebagai pejuang tangguh, dia selalu siap membela diri, meskipun menyadari bahwa keberaniannya itu lebih karena tidak memiliki pilihan.
Advertisement
Tak Mencari Simpati
Nadya berbagi cerita ini bukan untuk mencari simpati, melainkan karena merasa penting untuk mengungkapkan kejadian nyata yang membutuhkan pengakuan dan perhatian.
Advertisement
Mengaku Sudah Berdamai
Seorang perempuan berusia 49 tahun, telah meraih kedamaian hidup sejak lama. Saat ini, dia memilih hidup di pedesaan Australia, menggeluti seni sound healing, memberikan ketenangan melalui kekuatan suara dan bunyi kepada banyak orang.
Advertisement
Memilih Hidup Apa Adanya
Nadya memilih menerima hidup apa adanya. Meskipun kadang merindukan tampilan lengkap dari ujung kepala hingga ujung kaki, dia tetap bangga dengan rambut putihnya yang terbuka.
Advertisement
Menuai Banyak Simpati
Banyak yang berterima kasih atas keberanian Nadya berbagi kisahnya dan bahkan menyarankan agar ibu tiga anak itu menerbitkan buku. Semoga selalu sehat, Nadya!