Sinetron Para Pencari Tuhan yang pertama kali tayang pada tahun 2007, kini kembali menghibur pemirsa di bulan Ramadhan 2025. Jilid ke-18 kali ini mengusung tagline Dunia Sementara, Coy! Mencapai angka ini bukanlah hal yang mudah bagi sebuah program televisi.
Deddy Mizwar, yang merupakan bintang sekaligus produser dari sinetron ini, membagikan beberapa rahasia di balik keberhasilan tayangan religi tersebut. Salah satu aspek penting adalah perkembangan karakter yang ditampilkan dalam Para Pencari Tuhan.
“Setiap karakter, yang bagus itu berkembang, jangan statis. Sama seperti kehidupan manusia, kan. Selalu berkembang,” jelas Deddy Mizwar dalam video yang ditayangkan di Halo Selebriti dan diunggah di kanal YouTube SCTV, Selasa (4/3).
Advertisement
Angkat Isu Pengangguran Akut
Selain itu, elemen khas dari serial Para Pencari Tuhan tetap dijaga. Topik yang diangkat selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada season ke-18, isu yang diangkat berfokus pada masalah pengangguran dan terbatasnya lapangan pekerjaan.
"Para Pencari Tuhan selalu mengambil tema yang merupakan fenomena yang ada di masyarakat. Mulai dari kemarin anak punk yang keluar dari norma, kemudian pinjol, dan sekarang isu pengangguran. Angkatan kerja makin meningkat dan merupakan salah satu efek bonus demografi kita," tutur Deddy Mizwar, dalam unggahan video yang lain.
Advertisement
Acara syukuran PPT
Di awal bulan Januari yang lalu, telah diadakan sebuah acara syukuran untuk merayakan musim ke-18 dari PPT. Pada bulan Ramadhan kali ini, Deddy Mizwar, Jarwo Kwat, Udin Nganga, dan Asrul Dahlan kembali tampil memerankan karakter yang sudah dikenal luas oleh penonton.
"Makanya, hari ini kita mensyukuri atas apa yang diberikan Allah. Dari mulai jilid 1, pantas kita harus bersyukur untuk itu," kat Deddy Mizwar.
Acara syukuran ini berlangsung di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada tanggal 7 Januari 2025, dan dihadiri oleh banyak penggemar serta rekan-rekan dari para pemeran.
Advertisement
Program Ramadan 2025
Selain menyiapkan PPT, SCTV juga menghadirkan berbagai program menarik lainnya untuk menyambut Bulan Puasa 2025. Di antara program tersebut adalah sinetron Lorong Waktu yang kembali tayang setelah 19 tahun tidak muncul di layar kaca.
Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad, menyatakan, "Lorong Waktu terakhir 2006, artinya sudah 19 tahun yang lalu. Kita seperti dibawa lorong waktu. Ini bener-bener inovasi yang dihadirkan pak haji, tentu dengan diskusi kreatif bersama tim,".