Sinopsis Film 'GJLS: Ibuku Ibu-Ibu', Suguhkan Komedi Khas Rigen Dkk Bakal Tayang 12 Juni di Bioskop

Film "GJLS: Ibuku Ibu-Ibu" yang diproduksi Amadeus Sinemagna dan dibintangi Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, serta Ananta Rispo.

Dicky Fadillah
Oleh Dicky Fadillah - Reporter
Sinopsis Film 'GJLS: Ibuku Ibu-Ibu', Suguhkan Komedi Khas Rigen Dkk Bakal Tayang 12 Juni di Bioskop
Press Screening & Conference film GJLS: Ibuku Ibu-ibu, pada Selasa, (3/6/2025) di XXI Senayan City, Jakarta. (Foto: Dicky Fadillah) (© 2025 Liputan6.com)

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat melalui acara Press Screening dan Press Conference yang berlangsung pada Selasa, 3 Juni 2025, di XXI Senayan City, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh para pemain utama, kru film, serta berbagai media.

Disutradarai Monty Tiwa dan diproduseri Indra Yudhistira, film ini merupakan proyek terbaru dari trio komika GJLS, yaitu Rigen Rakelna, Hifdzi Khoir, dan Ananta Rispo yang juga berperan sebagai karakter utama.

Mengusung tema komedi dan drama keluarga, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu diharapkan dapat memberikan warna baru dalam dunia perfilman Indonesia. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 Juni 2025.

Kombinasi cerita yang menarik dan penampilan dari para komika ternama, film ini diharapkan bisa menarik perhatian penonton dan memberikan hiburan yang berkualitas.

Sinopsis Film

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu mengisahkan tentang tiga saudara, yaitu Rigen, Hifdzi, dan Rispo, yang hidup tanpa tujuan yang jelas dan selalu bergantung pada ayah mereka, Tyo (Bucek), yang merupakan pemilik rumah kos. Kehidupan mereka menjadi tidak seimbang setelah kepergian sang ibu.

Tyo terjebak dalam kesedihan yang mendalam, sementara ketiga anaknya masing-masing menghadapi masalah pribadi yang rumit. Hifdzi, yang berprofesi sebagai MC dangdut, berusaha mencari uang untuk menikahi pacarnya yang tengah hamil.

Rigen, yang bekerja sebagai pawang hujan, terlibat dalam masalah serius setelah kehilangan mobil milik bos event organizer tempat ia bekerja. Di sisi lain, Rispo terjerat hutang pinjaman online akibat kecanduan judi online.

Di tengah kekacauan ini, mereka dikejutkan keputusan ayah mereka untuk menikahi Feni (Nadya Arina), seorang penghuni kos muda yang bekerja sebagai SPG. Tyo bahkan berencana untuk mewariskan rumah kos kepada Feni, yang membuat ketiga bersaudara itu merasa tidak percaya.

Merasa terancam, mereka bertekad untuk menggagalkan pernikahan tersebut. Ketegangan dan konflik yang muncul menciptakan dinamika yang menarik dalam film ini, di mana masing-masing karakter harus menghadapi tantangan yang ada. Dengan latar belakang yang penuh emosi, film ini menggambarkan perjuangan mereka untuk menemukan jalan hidup yang lebih baik.

Perpaduan Komedi Absurd dan Drama

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Siap Tayang 12 Juni, Suguhkan Komedi Khas Rigen dkk dan Drama Keluarga
Press Screening & Conference film GJLS: Ibuku Ibu-ibu, pada Selasa, (3/6/2025) di XXI Senayan City, Jakarta. (Foto: Dicky Fadillah) © 2025 Liputan6.com

Produser Eksekutif Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira menunjukkan rasa antusiasme yang besar terhadap film terbarunya. Dia menjelaskan meski dibintangi para komika namun film ini bukan sepenuhnya berisi humor.

"Film ini bukan sekadar lucu, tapi juga punya kedalaman soal keluarga. Lewat gaya khas GJLS yang absurd, kami ingin mengajak penonton untuk berdamai dengan hidup yang nggak selalu jelas, dan tetap bisa tertawa bersama orang-orang terdekat. Semoga saat tayang nanti, siapapun yang nonton bisa tertawa lepas bersama dan pulang dengan hati yang terhibur," ungkap Indra Yudhistira.

Kisah Keluarga Penuh Emosional

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Siap Tayang 12 Juni, Suguhkan Komedi Khas Rigen dkk dan Drama Keluarga
Press Screening & Conference film GJLS: Ibuku Ibu-ibu, pada Selasa, (3/6/2025) di XXI Senayan City, Jakarta. (Foto: Dicky Fadillah) © 2025 Liputan6.com

Dalam konferensi pers, Monty Tiwa, selaku sutradara, mengungkapkan film ini tidak hanya menyuguhkan humor khas GJLS, tetapi juga menampilkan elemen emosional melalui narasi yang berkaitan dengan keluarga.

"Bekerja dengan GJLS adalah pengalaman yang nggak pernah serius tapi selalu bermakna. Ini film yang jujur dan menyenangkan, bahkan proses syuting film ini penuh dengan bloopers, tawa, dan kehangatan. Sebelum penonton, kami yang dibalik layar sudah tertawa lebih dulu, karena itu, semoga nanti mulai 12 Juni 2025 kita bisatertawa bersama di bioskop," jelasnya.

Bisa Jadi Pelarian

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Siap Tayang 12 Juni, Suguhkan Komedi Khas Rigen dkk dan Drama Keluarga
Press Screening & Conference film GJLS: Ibuku Ibu-ibu, pada Selasa, (3/6/2025) di XXI Senayan City, Jakarta. (Foto: Dicky Fadillah) © 2025 Liputan6.com

Sementara itu, Rigen Rakelna yang merupakan perwakilan dari trio GJLS, mengungkapkan alasan film ini sangat layak untuk ditonton.

"Karena hidup udah cukup bikin pusing, film ini bisa jadi tempat pelarian yang paling waras. Kalian bisa ketawa, bisa relate, dan yang paling penting, bisa ngerasa ditemani. Karena di balik kekonyolan film ini, ada cerita keluarga yang ngena banget," kata Rigen.

Rekomendasi