Ditemani Mulan Jameela, Cut Intan Nabila Beberkan Kasus KDRT yang Dialaminya dan Singgung Kondisi Buah Hatinya

Cut Intan akui ingin fokus di kasus KDRT, ungkap hal ini saat disinggung soal gugatan cerai.

Ana Safarotin Magfiroh
Oleh Ana Safarotin Magfiroh - Reporter
Ditemani Mulan Jameela, Cut Intan Nabila Beberkan Kasus KDRT yang Dialaminya dan Singgung Kondisi Buah Hatinya
Ditemani Mulan Jameela, Cut Intan Nabila Beberkan Kasus KDRT yang Dialaminya dan Singgung Kondisi Buah Hatinya (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Intan mengungkapkan rasa khawatirnya mengenai banyaknya perempuan yang mungkin masih memilih untuk tidak berbicara tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengajak semua wanita untuk bersuara dan menentang kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Apapun yang terjadi, di luar sana tentu ada banyak perempuan seperti kita yang masih memilih untuk diam. Mari kita bersuara bersama dan melawan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga," ujarnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ibu dari tiga anak ini juga menekankan pengaruh trauma yang dialaminya. Intan mengatakan bahwa pemulihan dari trauma itu memerlukan waktu yang cukup lama dan berharap tidak ada orang lain yang harus merasakan penderitaan yang sama.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Proses penyembuhan dari trauma memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan orang-orang tetap terjebak seperti Intan yang dulu. Mari kita bersama-sama berjuang untuk keadilan, terutama bagi perempuan di Indonesia," tambahnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Intan menyatakan bahwa anak-anaknya menerima dukungan dari anggota keluarga serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait situasi yang mereka hadapi. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak mendapatkan bantuan psikologis untuk membantu mereka dalam menghadapi kondisi yang dialami oleh keluarga mereka.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Anak-anak saat ini tentunya mendapatkan dukungan dari keluarga serta pendampingan dari KPAI," ungkapnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Intan juga menyatakan bahwa mereka sedang berusaha untuk berkonsultasi dengan psikolog anak, mengingat dampak kekerasan yang mungkin berpengaruh pada kesehatan mental anak-anak, meskipun tidak tampak secara fisik.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kami juga berusaha menghadirkan psikolog anak, karena sering kali anak-anak menyaksikan perilaku orang tua yang mungkin melibatkan kekerasan. Meskipun tidak selalu tampak secara fisik, dampak mental pasti ada dan perlu untuk dikonsultasikan," tambahnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Intan juga telah menjadwalkan konsultasi lebih lanjut di rumah sakit untuk bayi mereka. "Untuk bayi, sama saja, besok kita akan kembali ke rumah sakit untuk konsultasi," jelasnya.

Rekomendasi