Angela Gilsha Ngaku Diusir dari Tambang Nikel di Raja Ampat, Merasa Terancam dan Soroti Kerusakan Lingkungan

Aktris Angela Gilsha diusir dari area tambang nikel di Raja Ampat dan dikejar kapal tak dikenal.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Angela Gilsha Ngaku Diusir dari Tambang Nikel di Raja Ampat, Merasa Terancam dan Soroti Kerusakan Lingkungan
Angela Gilsha Ngaku Diusir dari Tambang Nikel di Raja Ampat, Merasa Terancam dan Soroti Kerusakan Lingkungan (Merdeka.com)

Aktris Angela Gilsha mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat mengunjungi Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pada 11 Juni 2024, ia dan rombongannya diusir dari area tambang nikel. Peristiwa ini memicu pertanyaan tentang legalitas tambang dan dampak lingkungannya.

Angela Gilsha hanya ingin melihat dari kejauhan lokasi tambang nikel tersebut. Namun, petugas keamanan tambang mengusir mereka dengan membunyikan klakson keras. Ia pun merasa bingung dengan tindakan tersebut.

"Aku bingung, katanya sudah ada izin dari pemerintah?" tulis Angela di akun media sosialnya. Ia mempertanyakan klaim pemerintah terkait izin operasional tambang nikel tersebut.

Kronologi Angela Gilsha Diusir dari Tambang Nikel

Kejadian menegangkan tidak berhenti sampai di situ. Setelah meninggalkan area pertambangan, sebuah speedboat tak dikenal mengejar mereka. Pengejaran ini membuat Angela dan rombongannya merasa terancam.

Awalnya, Angela mengira pengejaran tersebut hanya bertujuan untuk menakut-nakuti. Akan tetapi, kapal cepat itu terus mengejar mereka hingga mendekati penginapan. Insiden ini menambah kekhawatiran Angela terhadap keamanan di sekitar area pertambangan.

Pengalaman ini membuat Angela Gilsha semakin vokal menyuarakan keprihatinannya terhadap lingkungan Raja Ampat. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat bertindak tegas untuk melindungi keindahan alam Raja Ampat.

Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Nikel

Selama kunjungannya, Angela Gilsha menyaksikan secara langsung kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas penambangan nikel. Ia melihat kondisi pulau yang sebagian besar telah terkeruk dan tanah yang gundul.

Selain itu, Angela juga melihat banyak alat berat yang beroperasi di area pertambangan. Aktivitas ini menyebabkan kerusakan pada ekosistem sekitar. Air laut di sekitar pantai berubah menjadi keruh dan berwarna cokelat.

Perubahan warna air laut ini berdampak buruk pada terumbu karang dan kehidupan laut lainnya. Ikan-ikan menjauh karena habitat mereka telah tercemar. Angela sangat menyayangkan kondisi ini, mengingat Raja Ampat dikenal sebagai surga bawah laut dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Dampak Penambangan Nikel di Raja Ampat

Penambangan nikel di Raja Ampat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Kerusakan terumbu karang, pencemaran air laut, dan hilangnya habitat ikan adalah beberapa konsekuensi yang harus ditanggung.

Selain itu, aktivitas pertambangan juga dapat mengganggu mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada sektor pariwisata dan perikanan. Keindahan alam Raja Ampat yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan terancam rusak akibat penambangan.

Angela Gilsha berharap kejadian yang dialaminya dapat menjadi perhatian bagi semua pihak. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian alam Raja Ampat.

Rekomendasi