Dokter Tirta Ingatkan Penanganan Depresi Tak Cukup Hanya Mendekatkan Diri Pada Tuhan, Begini Penjelasannya

Dokter Tirta menegaskan penanganan depresi yang dilakukan tenaga profesional sangat penting dan mengingatkan generasi muda akan hal tersebut.

Zulfa Ayu Sundari
Oleh Zulfa Ayu Sundari - Reporter
Dokter Tirta Ingatkan Penanganan Depresi Tak Cukup Hanya Mendekatkan Diri Pada Tuhan, Begini Penjelasannya
Selebgram Dokter Tirta buka suara soal dua petugas cleaning service-nya ternyata lulusan S1. (Foto: Dok. Instagram @dr.tirta) (© 2025 Liputan6.com)

Influencer kesehatan, dr. Tirta, menyampaikan pandangannya tentang salah satu masalah psikologis yang banyak dihadapi masyarakat saat ini, yaitu depresi. Ia menjelaskan depresi merupakan kondisi serius yang tidak boleh dianggap remeh, terutama jika seseorang mengalaminya sendirian.

“Semakin dalam dia jatuh ke depresi, semakin dalam depresi jurangnya. Makanya orang depresi musuh utamanya adalah ketika dia sendirian,” ungkap Dokter Tirta dalam sebuah wawancara di TikTok sehatjiwaragaku.

Tak hanya itu, dia menambahkan kesendirian dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam pola pikir negatif mengenai dirinya sendiri.

“Dia akan terjebak di alam pemikirannya terus bahwa dia itu gagal, jelek, gagal, gagal, dihina,” jelasnya.

Menurut Dokter Tirta, penanganan depresi tidak semudah memberikan motivasi atau nasihat spiritual. Ia menekankan mendekatkan diri kepada Tuhan bisa menjadi salah satu cara, tetapi belum tentu menjadi solusi utama.

“Apakah solusinya 'Kamu harusnya termotivasi!' Tidak segampang itu. Ya, mendekatkan diri ke Allah itu termasuk solusi, tapi belum tentu bisa menyembuhkan,” tegasnya.

Orang Alim Tetap Beresiko Alami Depresi

Ilustrasi depresi, gangguan jiwa penyebab bunuh diri.
Ilustrasi depresi, gangguan jiwa penyebab bunuh diri. Foto; Ade Nasihudin/Liputan6.com. @ 2023 merdeka.com

Dr. Tirta menegaskan meskipun seseorang terlihat religius, mereka tetap berisiko mengalami depresi.

"Apakah orang yang rajin berdoa tetap bisa depresi? Bisa jadi," ujarnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan dalam situasi tertentu, individu yang mengalami depresi dapat menunjukkan gejala tambahan, seperti halusinasi suara.

"Oh ya bisa, berarti ada psikotiknya, dan itu harus mendapatkan perawatan lebih lanjut oleh dokter kejiwaan. Psikiater, psikolog," tambahnya.

Hindari Self-Diagnose

Ilustrasi Depresi
Ilustrasi Depresi. (Gambar oleh Anemone123 dari Pixabay) @ 2023 merdeka.com

Ia juga menekankan betapa pentingnya penanganan yang dilakukan para profesional. Selain itu, ia memperingatkan generasi muda agar tidak sembarangan melakukan diagnosis kesehatan sendiri hanya berdasarkan informasi yang ditemukan di internet.

"Solusinya apa buat anak muda? Jangan pernah mendiagnosa diri sendiri, karena mendiagnosa diri sendiri yang terjadi malah akan bad news hasilnya," tegasnya.

Rekomendasi