Komedian senior Nunung atau Tri Retno Prayudati baru-baru ini mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia menjual hampir seluruh aset yang dimilikinya, termasuk rumah dan mobil di Jakarta dan Solo, untuk membiayai pengobatan dan kebutuhan hidup keluarganya.
Keputusan berat ini diambil setelah ia didiagnosis menderita beberapa penyakit yang membutuhkan pengobatan rutin dengan biaya yang sangat tinggi. Nunung kini tinggal di sebuah kos di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, bersama suaminya, Iyan Sambiran, selama kurang lebih delapan bulan terakhir.
Biaya kos tersebut terbilang cukup terjangkau, yaitu sebesar Rp 3,2 juta per bulan. Penyakit yang diderita Nunung membutuhkan perawatan intensif dan pengobatan rutin yang mahal. Hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan pengobatan dan biaya hidup keluarganya.
Kondisi keuangan yang semakin tertekan memaksa Nunung untuk mengambil langkah menjual aset-aset berharganya. Meskipun berat, Nunung mengaku telah mendiskusikan keputusan ini dengan suaminya, Iyan Sambiran, yang memberikan dukungan penuh.
Keputusan untuk tinggal di kos dipilih Nunung karena dinilai lebih praktis dibandingkan mengontrak rumah. Ia tidak perlu repot membeli perabotan baru dan lebih mudah untuk pindah jika suatu saat diperlukan.
"Tinggal di kos lebih praktis, tidak perlu beli perabotan lagi," ungkap Nunung. Satu-satunya aset yang tersisa adalah sebuah rumah di Solo, yang saat ini digunakan oleh keluarganya.
Advertisement
Rumah di Solo dan Warung Makan SONGOSENG
Meskipun telah menjual sebagian besar asetnya, Nunung tetap berusaha untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Di Solo, keluarganya kini lebih tertata setelah Nunung membuka sebuah warung makan bernama SONGOSENG by Mami Nunung.
Usaha kuliner ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan meringankan beban Nunung. Pembukaan warung makan SONGOSENG by Mami Nunung bukan hanya sebagai usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga sebagai bentuk kreativitas dan kecintaan Nunung terhadap dunia kuliner.
Ia berharap warung makan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menjadi sumber pendapatan yang stabil untuk keluarganya.
Advertisement
Dukungan Suami dan Keluarga
Di tengah cobaan yang tengah dihadapinya, Nunung mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarganya. Dukungan moral dan spiritual yang diberikan oleh keluarga sangat berarti bagi Nunung dalam menghadapi kondisi kesehatan dan keuangan yang sulit.
Suami Nunung, Iyan Sambiran, selalu ada di sisinya, memberikan semangat dan bantuan dalam menghadapi segala tantangan. Dukungan keluarga menjadi kunci bagi Nunung untuk tetap tegar dan optimis. Mereka selalu memberikan semangat dan motivasi agar Nunung tetap semangat menjalani pengobatan dan berusaha untuk bangkit kembali.
Kasih sayang dan dukungan keluarga menjadi kekuatan bagi Nunung untuk melewati masa-masa sulit ini.Kehadiran keluarga menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi Nunung.