Iwan Fals Diperiksa Polisi Terkait Laporan 4 Tahun Lalu Soal Pencemaran Nama Baik

Iwan Fals memenuhi panggilan polisi. Ia mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Iwan Fals Diperiksa Polisi Terkait Laporan 4 Tahun Lalu Soal Pencemaran Nama Baik
Iwan Fals dan Istri mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025). (© 2025 Liputan6.com)

Secara mengejutkan Iwan Fals diperiksa polisi. Tak sendirian, ia bersama sang istri, Rossana mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (3/2/25). Kehadiran Iwan di sana guna memberikan keterangan tentang laporan yang sudah cukup lama yakni empat tahun lalu.

Didampingi kuasa hukumnya, Iwan dan istri memberikan keterangan tentang kasus pencemaran nama baik. Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan sejak 2021 silam, Rossana melaporkan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Komunitas Orang Indonesia (Oi) ke Polda Metro Jaya.

"Ya memenuhi panggilan sehubungan dengan empat tahun yang lalu, ada kasus Oi itu," kata Iwan dikutip dari Liputan6.com.

"Ketika saya masih jadi ketua umum (Oi)," imbuh Rossana.

Kasus Belum Rampung

Saat ditanya perihal detil kasus tersebut, Iwan menyarankan agar langsung bertanya kepada pihak berwajib. Soalnya, laporan tersebut sudah cukup lama bergulir dan hingga kini masih belum rampung.

"Mungkin detilnya bisa dicek di jempol masing-masing (browsing). Ya tanya aja (kenapa belum selesai," kata Iwan.

Sementara itu, kuasa hukum Iwan, Andhika mengatakan bahwa kehadiran Iwan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk memenuhi undangan dari pihak penyidik.

"Jadi om Iwan dan Mbak Ros beritikad baik menghadiri undangan wawancara untuk memberikan klarifikasi dan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik, untuk perkara yang sudah cukup lama ya, dari tahun 2021. Alhamdulillah semua keterangan yang diperlukan telah diberikan, sisanya tinggal kita tunggu aja," kata Andhika.

Ada sekitar 15 hingga 16 pertanyaan yang diajukan oleh pihak penyidik kepada Iwan dan juga istri. Di momen tersebut, Iwan tak membawa bukti tambahan.

"Nggak sih (bukti tambahan). Berapa pertanyaan, ya 15 atau 16 mungkin," terang Andhika.

Rekomendasi