Wahyu Sardono atau yang lebih dikenal dengan Dono merupakan salah satu legenda komedian Indonesia. Sosoknya dikenal lewat aksinya bersama grup lawaknya Warkop DKI. Meski Dono telah tiada, namun sosoknya tetap lekat dengan ingatan masyarakat.
Dono yang meninggal dunia pada 30 Desember 2001 karena kanker paru-paru meninggalkan tiga orang anak yakni Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono dan Satrio Sarwo Trengginas. Dono yang memang datang dari keluarga berpendidikan, ternyata mewarisi kecerdasan kepada anak-anaknya. salah satu anaknya bahkan kuliah di Swiss dengan menyandang gelar Doktor di bidang teknik nuklir.
Advertisement
Andika Aria Sena Lulusan UI
Andika Aria Sena merupakan anak pertama Dono. Aria kuliah di Universitas Indonesia, tempat dimana sang ayah mengajar.
Di UI, Aria mengambil Broadcast. Kuliah selama beberapa tahun, dia pun lulus dari jurusan yang diminatinya tersebut.
Advertisement
Damar Canggih Wicaksono Jadi Ahli Nuklir
Anak kedua Dono, Damar Canggih Wicaksono mendapat beasiswa untuk kuliah ke luar negeri. Setelah menamatkan studinya di UGM, Damar melanjutkan kuliah S2 dan S3 di luar negeri. Jurusan yang diambil pun tak main-main yakni Teknik Nuklir. Damar diketahui berhak menyandang gelar doktor pada 2018 lalu.
"Setelah lulus dari UGM dia dapet beasiswa. Ada beberapa negara yang nawarin dia beasiswa tapi dia ngambil ke Swiss ke Eropa dan alhamdulillah tahun 2011 dia berangkat kesana lanjut S2, lanjut S3," kata Aria dilansirchannel youtube Net Entertainment News.
Advertisement
Sosok yang Unik
Menurut Aria, adiknya tersebut tergolong sosok yang unik. Dia pun menyebut jika adiknya tersebut memang sosok yang pintar.
"Ade saya itu emang rada unik. Dia memang di keluarga itu paling pinter," katanya.
Advertisement
Satrio Sarwo Trengginas
Anak bungsu Dono, Satrio Sarwo Trengginas juga merupakan lulusan UI. Satrio Sarwo Trengginas diketahui sudah menyelesaikan pendidikan S1 Bahasa Belanda
"Alhamdulillah yang terakhir pun udah lulus kuliah," kata Aria.
Advertisement
Dono Sempat Mengajar di UI
Mendiang Dono sempat jadi dosen. Setelah menamatkan sekolah menengah atas di Surakarta, Dono melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Sosiologi. Di kampus, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 30 September 1951 ini aktif di kegiatan kampus, salah satunya Mapala UI.
Setelah menamatkan jenjang S1, bapak dari tiga orang anak ini dipercaya menjadi asisten dosen jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, di Universitas yang sama Dono juga menjadi Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.