Komika Rahmet Ababil berhasil menarik perhatian publik melalui unggahan video yang ditujukan kepada sutradara film JUMBO, Ryan Adriandhy, serta rumah produksi Visinema. Dalam video tersebut, Rahmet, yang lahir pada tahun 1996, mengungkapkan harapannya akan adanya film animasi yang mengisahkan Timnas Indonesia.
Momen ini muncul setelah Timnas Indonesia mengalami kekalahan yang menyakitkan dari Jepang dengan skor 0-6 dalam pertandingan terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan yang cukup telak ini memicu Rahmet untuk menggabungkan kritik dan harapan mengenai Timnas dengan sentuhan humor serta ide tentang film animasi.
Ia percaya budaya menonton animasi sepak bola sejak dini dapat berkontribusi pada pembentukan pemain sepak bola yang hebat di generasi mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek di sini.
Advertisement
Video Terbuka Buat Ryan Adriany
Dalam sebuah video, Rahmet Ababil terlihat berbicara langsung ke kamera dengan latar belakang pertandingan antara Timnas Indonesia dan Jepang pada laga terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Video ini ditujukan untuk sutradara dan rumah produksi film JUMBO. Ia membuka pembicaraannya dengan memberikan ucapan selamat kepada tim produksi atas keberhasilan film animasi Indonesia yang telah berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya sebagai film terlaris sepanjang sejarah.
Advertisement
Minta Produksi Animasi Sepak Bola
Seorang komika mengajukan permohonan khusus kepada sutradara Ryan Adriandhy dan Visinema untuk memproduksi animasi yang mengangkat tema sepak bola. Ia juga memberikan beberapa rekomendasi judul program populer di Indonesia yang berkaitan dengan sepak bola, disampaikan dengan gaya humornya, seperti Garuda di Dadaku Animasi, Tendangan Si Madun The Movie, dan Kapten Si Madun.
"Dengan kerendahan hati saya minta tolong untuk bang Ryan Adriandhy dan Visinema tolong bikin animasi tentang sepak bola. Entah itu Garuda Di Dadaku animasi atau Tendangan Si Madun The Movie, Kapten Si Madun, atau apalah bikin bang, karena ini terbukti efektif buat timnas Jepang," ungkap Rahmet Ababil seperti yang dilansir dari @rahmetababil.
Advertisement
Misi Buat Film Animasi Timnas Indonesia
Ia meyakini serial animasi seperti Captain Tsubasa memiliki peranan penting dalam mendorong anak-anak Jepang untuk bercita-cita menjadi pesepakbola yang sukses. Rahmet menyebutkan beberapa nama pemain Jepang, termasuk Takefusa Kubo, dan mengaitkan kesuksesan mereka dengan pengaruh yang ditimbulkan oleh Captain Tsubasa saat mereka masih kecil.
"Karena ini terbukti efektif buat Timnas Jepang. Lihat tuh bang, gue yakin itu Kubo, Minamino, kecilnya nonton Kapten Tsubasa di TV7, gue yakin nih. Kita kalah setengah lusin bang Ya Allah," tambahnya.
Advertisement
Respon Kekalahan Timnas Indonesia
Dengan gaya humor yang khas, Rahmet Ababil mengamati keadaan di Jepang. Ia menyoroti berbagai isu, termasuk masalah populasi dan frekuensi gempa yang tinggi di negara tersebut. Meskipun Jepang menghadapi tantangan dalam hal jumlah penduduk, negara ini tetap mampu melahirkan atlet-atlet unggul.
"Jepang ini bang negara yang 9 kali gempa bang, sekarang negaranya lagi kekurangan populasi tapi bisa nemuin pemain-pemain hebat kayak begini bang," ungkapnya.
Advertisement
Masa Depan Timnas Indonesia
Rahmet Ababil memiliki keyakinan bahwa animasi dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan dan sumber inspirasi bagi anak-anak. Ia percaya bahwa dari total 10 juta penonton, minimal 10 persen di antaranya akan termotivasi untuk menjadi pemain sepak bola. Keyakinan inilah yang membuatnya berharap akan ada film animasi yang mengangkat tema Timnas Indonesia.
"Gue yakin bang, kalau abang bikin Kapten Si Madun animasi dengan tendangan krakatau atau apalah, pasti bisa memancing anak muda untuk jadi pemain bola yang hebat, pasti 10 juta penonton. Dan gue yakin 10 juta penonton anak-anak kecil itu pasti banyaklah 10 persen lah jadi pemain bola kayak ini," ungkap Rahmet.
Advertisement
Stop Makan Sushi dan Ramen Jepang
Video diakhiri dengan komentar lucu yang khas dari Rahmet Ababil. Sebagai penggemar sepak bola, terutama Timnas Indonesia, ia merasakan kekecewaan yang mendalam atas kekalahan skuad Garuda.
Rahmet bahkan menyatakan keinginannya untuk menerapkan kebijakan pribadi, seperti berhenti mengonsumsi sushi atau menonton anime.
"6 -0 bang, ini mah kalau kayak gini, besok gue berhenti makan sushi, ramen, nonton anime," ungkapnya.