Cerita Ratna Galih Soal Global March to Gaza: Belum Bisa Terealisasi, Namun Cukup Menjadi Bukti Dunia Peduli

Ratna Galih bercerita tentang Global March to Gaza yang gagal terealisasi.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Cerita Ratna Galih Soal Global March to Gaza: Belum Bisa Terealisasi, Namun Cukup Menjadi Bukti Dunia Peduli
Cerita Ratna Galih Soal Global March to Gaza: Belum Bisa Terealisasi, Namun Cukup Menjadi Bukti Dunia Peduli (Instagram @ratnagalih / @zaskiadyamecca)

Ratna Galih bersama beberapa artis lainnya seperti Zaskia Adya Mecca dan Wanda Hamidah ikut Global March to Gaza. Namun, kondisi di lapangan yang tak memungkinkan membuat kegiatan tersebut batal terealisasi.

Di laman instagramnya, Ratna yang kini sudah kembali ke Indonesia berbagi cerita. Ia mambagikan pengalaman dari sudut pandangannya karena setiap orang miliki pengalaman berbeda selama berada di sana.

"Bismillah. Global March. Sebuah gerakan yang sangat terasa Domino effect nya, terkait apa yang aku tulis, yg jadi rame banget," kata Ratna di instagramnya.

"Jangan jadikan bola liar dalam berpendapat, aku bukaan tipe yg aktif di socmed jadi bisa cek temen2 seperjuangankun untuk cerita yg lebih detail @hamidahrachmayanti @zaskiadyamecca @defarhad @_indadari_ @mhibaturr @notoriouspainter @hemysution," sambungnya.

Keberangkatan yang Spontan

Cerita Ratna Galih Soal Global March to Gaza: Belum Bisa Terealisasi, Namun Cukup Menjadi Bukti Dunia Peduli
Cerita Ratna Galih Soal Global March to Gaza: Belum Bisa Terealisasi, Namun Cukup Menjadi Bukti Dunia Peduli Instagram @ratnagalih / @zaskiadyamecca

Ratna mengaku bahwa keberangkatan menuju Palestina dilakukan secara spontan. Meski pendaftaran kegiatan ini sudah ditutup, namun ia bersyukur karena Allah SWT membukakan jalan untuknya.

"Mungkin sedikit penjelasan dari aku. Keberangkatan kami sangat spontan, H-2 berangkat baru kami putuskan untuk jalan, walaupun pendaftaran sudah tutup untuk delegates resmi, kami tidak menyerah berusaha dan Alhamdulillah Allah buka kan jalan," terangnya.

"Sebelum kami berangkat kami sudah berkomunikasi secara resmi bersurat ke KBRI, Kemenag, Kemenlu dll dan kami terus berkomunikasi dengan memberi update selama kami disana," sambungnya.

Dipantau Ketat

Kedatangan Ratna bersama rombongan rupanya menjadi sorotan. Keberadaan mereka terus dipantau. Sayangnya, kegiatan Global March to Gaza tak bisa terealisasi.

"Cukup yah terpecah belah, ga usah tersibukan dengan bagaimana cara yg menurut kita paling benar, silahkan tetap bergerak dengan cara masing2. Udh ga ada mobil yang bisa kita sewa, di lobby hotel pun pergerakan kita di pantau ketat, mereka siap ambil resiko dengan mau provide mobil untuk anter kita ke titik kumpul dengan delegasi lain," jelasnya.

"Walaupun ujung2 nya tidak ter realisasi karna tindakan preventif pemerintah mesir untuk menjaga kondusifitas negara nya, tapi selamanya keberanin kalian akan tercatat. Terimakasih sudah BERANI berbuat walaupun dengan resiko yang pahit," sambungnya.

Usaha yang Terbaik

Dengan kondisi yang tak memungkinkan, Ratna tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk Gaza.

"Terlepas segala ikhtiar kami, iktiar penyelanggafa pusat, Global March belum bisa ter realisasikan. Namun cukup menjadi bukti bahwa dunia peduli, rakyat sipil pun sudah siap bertindak apabila otoritas mengizinkan dan meminta," ungkapnya.

"InshaAllah ini yg terbaik, usaha kami tidak akan berhenti karna ini hanya awal mula dari “persatuan muslim” dari segala kalangan yg sudahulai terbentuk. Ibu2, ayah mahasiswa. @ar.razy @ppmimesir @ahmadluthfynasri," lanjut dia.

Rekomendasi