Febby Rastanty berhasil menarik perhatian saat menghadiri perayaan Hari Bhayangkara ke-79 yang berlangsung di Monas, Jakarta, pada tanggal 1 Juli 2025.
Ia datang mendampingi suaminya, AKP Drajad Djumantara, dengan mengenakan busana yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Gaya berpakaian Febby mencerminkan keanggunan yang khas bagi seorang figur publik, sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap acara resmi tersebut.
Tiga foto yang diunggahnya di Instagram story @febbyrastanty menunjukkan betapa setiap elemen dalam penampilannya dipilih dengan cermat. Warna, jenis bahan, serta siluet busana yang dikenakannya mencerminkan kepekaan terhadap momen kenegaraan, serta menjadi cerminan karakter pribadinya. Febby tidak hanya tampil dengan rapi, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan visual yang kuat melalui pilihan busananya.
Advertisement
Mengenakan Kebaya Velvet Berwarna Burgundy
Dalam gambar pertama, Febby terlihat berdiri di samping suaminya, AKP Drajad Djumantara. Ia mengenakan kebaya velvet berwarna burgundy yang dihiasi bordiran emas yang berkilau—kombinasi ini menciptakan kesan klasik, elegan, dan mewah. Pilihan warna tersebut mencerminkan suasana formal dan kenegaraan, menunjukkan bahwa Febby sangat memperhatikan pemilihan busananya.
Di sisi lain, suaminya mengenakan seragam dinas lengkap dengan emblem pangkat, sehingga mereka tampil serasi sebagai pasangan publik figur dan perwira negara.
Makeup yang dikenakan Febby bergaya soft glam—dengan alis yang tegas, pipi merona, dan lipstik merah muda alami—yang semakin menyempurnakan penampilannya tanpa mengalihkan perhatian dari kebaya.
Aksesori yang dipilih pun sederhana; ia hanya mengenakan anting mutiara kecil yang memberikan sentuhan klasik. Secara keseluruhan, tampilan ini menunjukkan keseimbangan antara kemewahan dan kesederhanaan, sangat cocok untuk acara bergengsi seperti Hari Bhayangkara. Keduanya berhasil menciptakan citra pasangan yang elegan namun tetap membumi.
Advertisement
Kombinasi Antara Gaya Tradisional dan Bentuk Modern
Pada foto kedua, Febby terlihat duduk dengan anggun di kursi tamu, menampilkan senyuman tenang di tengah suasana yang resmi. Kebaya velvet yang dikenakannya terlihat menyatu dengan brokat emas yang rapi dan simetris, menciptakan tampilan yang sangat menarik.
Busana atasannya semakin terlihat eksklusif saat dipadukan dengan celana panjang hitam berpotongan tailored, sebuah kombinasi yang jarang namun sangat efektif. Gaya ini memancarkan kesan praktis dan modern, namun tetap mempertahankan kesopanan yang diperlukan dalam acara kenegaraan.
Tambahan tas clutch hitam yang terbuat dari kulit memberikan sentuhan profesional dan modis pada penampilannya. Febby berhasil menampilkan gaya yang inklusif, menggabungkan elemen feminin, tradisional, dan modern dalam satu kesatuan yang harmonis.
Perpaduan antara kebaya dan celana panjang tersebut menciptakan kesan yang kuat, seolah mengisyaratkan bahwa perempuan dapat tampil anggun sekaligus dinamis. Ini adalah gaya yang tidak hanya menawan, tetapi juga sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini.
Advertisement
Swafoto Ceria
Dalam kolase selfie yang dibagikan, Febby menunjukkan beragam ekspresi ceria yang mencerminkan kepribadiannya yang ramah dan mudah didekati. Pencahayaan alami pada siang hari membuat detail brokat emas dan tekstur velvet terlihat semakin hidup. Pemilihan bahan beludru ini menonjolkan kesan mewah tanpa memerlukan aksesori yang mencolok.
Hal ini membuktikan bahwa Febby mampu tampil maksimal dari berbagai sudut. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai secara alami, yang semakin memperkuat kesan feminin dan effortless. Makeup yang digunakannya tetap konsisten: flawless dan tidak berlebihan, mendukung citra elegan namun santai. Dalam momen ini, Febby menunjukkan bahwa penampilan anggun tidak harus selalu terlihat formal dan kaku. Justru melalui ekspresi santainya, ia berhasil memperkuat daya tarik dari busana yang dikenakannya.
Advertisement
Elegan dan Trendi dapat Bersinergi
Penampilan Febby pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79 lebih dari sekadar tampilan visual; ia mencerminkan nilai-nilai budaya dan konteks sosial yang ada. Dengan mengenakan kebaya, Febby tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga berhasil mengubahnya menjadi gaya yang modern dan penuh karakter.
Febby membuktikan bahwa tampil sopan dan mencerminkan semangat nasionalisme tidak harus tampak membosankan. Melalui kombinasi busana yang tepat, ia mampu menunjukkan penampilan yang trendi, profesional, dan tetap relevan sebagai sosok publik. Ini adalah gaya kenegaraan versi 2025, yang menghormati tradisi tanpa terjebak dalam nostalgia masa lalu. Ia menjadi contoh bagi perempuan muda Indonesia yang memahami identitas diri dan cara tampil di ruang publik dengan percaya diri.