XL cari pinjaman Rp 1,7 T cicil utang pembelian Axis
Pembayaran cicilan utang ditujukan kepada induk usahanya Axiata Grup Berhad sebesar USD 500 juta.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada semester II 2014 mendatang berencana mencari pinjaman sebesar Rp 1,7 triliun. Pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pembiayaan kembali atas utang perseroan (refinancing) ke induk usahanya Axiata Grup Berhad sebesar USD 500 juta.
"Kita ada pinjaman pada semester II ini. Kita memperoleh pinjaman baru totalnya kurang lebih Rp 1,7 triliun, untuk bayar utang ke induk," ucap Chief Financial Officer XL Adlan, di Jakarta, Selasa (22/4).
Menurut Adlan, pihaknya saat ini masih melakukan pembicaraan dengan pihak perbankan mengenai pinjaman ini. Namun demikian, Adlan enggan menyebut nama bank tersebut.
"Saat ini kami masih bicarakan dengan pihak banknya."
Pada Maret 2014 lalu, perseroan memperoleh pinjaman sebesar USD 500 juta dari induk usahanya Axiata Grup Berhad. Dana hasil pinjaman ini sebagian digunakan untuk mendanai akuisisi 95 persen saham Axis yang mencapai USD 865 juta.
"Tenor pinjaman kami ke induk itu tiga tahun. Untuk akuisisi sebesar USD 865 juta sudah beres," tukasnya.
Baca juga:
XL belum boleh pakai frekuensi AXIS
Ini alasan keberatan Telkomsel pada merger XL-AXIS
Kominfo pernah tawarkan AXIS ke Telkomsel tapi ditolak
Empat langkah XL setelah mengakuisisi AXIS
Integrasi antara XL dan Axis membutuhkan waktu 3-9 bulan