Kominfo pernah tawarkan AXIS ke Telkomsel tapi ditolak
Merdeka.com - Drama merger XL dan AXIS makin menarik untuk diikuti, terutama setelah Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan pemerintah pernah menawarkan kepada Tekomsel untuk membeli AXIS.
"Namun menurut mereka, harga Rp 17 triliun terlalu tinggi, sehingga mereka menolaknya," ungkap Menkominfo, Senin (25/3)
Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya buka kartu mengenai proses merger antara PT XL Axiata dan PT AXIS Telekom Indonesia. Proses yang sempat mendapat hambatan ini, ternyata sebelum ke XL, Telkomsel pernah ditawari untuk merger dengan AXIS. Namun kemudian, Telkomsel menolaknya mentah-mentah karena harga yang ditawarkan adalah Rp. 17 triliun.
"Dari awal kami sudah tawarkan ke Telkomsel, mereka tidak mau karena menurut mereka nilai Rp 17 triliun itu tidak make sense," ungkap Tifatul. Dijelaskannya, hal itu juga sudah diungkapkan pihaknya kepada Komisi I DPR RI.
Ditegaskan Tifatul, merger XL dengan Axis itu tidak merugikan pihak lain. Namun sebaliknya, justru upaya ini akan baik bagi industri agar menjadi kian sehat.
Sebagaimana diketahui, XL akhirnya menuntaskan proses akuisisi Axis dengan penandatanganan dokumen penyelesaian transaksi antara XL dan STC. Finalisasi transaksi diwakilkan oleh Chief Operating Officer XL William Lucas Timmermans, Direktur Utama Axis Erik Aas dan Group CFO Saudi Telecom Company K. Ravi Kumar. XL mengakuisisi AXIS dengan nilai USD 865 juta atau sekitar Rp 9,95 triliun.
(mdk/nvl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya