Wow, Target Investasi Bontang Tembus Rp821 Miliar di Triwulan III, Optimis Capai Rp2,5 Triliun!
DPMPTSP Bontang optimis Target Investasi Bontang Rp2,5 triliun tercapai akhir 2025, setelah realisasi Rp821 miliar di Triwulan III. Apa strategi pemda untuk menarik investor?
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Kalimantan Timur, menunjukkan optimisme tinggi terhadap target investasi. Mereka sangat yakin bahwa target investasi sebesar Rp2,5 triliun akan tercapai penuh pada akhir tahun 2025 mendatang. Target ini mencakup penanaman modal dari dalam negeri maupun asing.
Keyakinan kuat ini didasari oleh capaian signifikan yang berhasil direalisasikan hingga triwulan III 2025. Realisasi investasi telah menembus angka Rp821 miliar, yang setara dengan 44,17 persen dari total target yang ditetapkan. Angka ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa berbagai proyek dan industri baru terus berdatangan ke kota ini. Kondisi ini membuktikan daya tarik kuat Bontang sebagai pusat investasi yang menjanjikan di Provinsi Kalimantan Timur. Iklim investasi yang kondusif menjadi faktor pendorong utama.
Realisasi Investasi dan Sektor Unggulan di Bontang
Capaian realisasi investasi sebesar Rp821 miliar hingga triwulan III 2025 merupakan cerminan komitmen kuat. Ini berasal dari para pelaku usaha dan pemerintah daerah setempat. Iklim investasi yang kondusif di Bontang turut mendukung pencapaian ini.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dinas setempat, sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi tulang punggung. Selain itu, sektor perdagangan dan konstruksi juga menunjukkan daya tarik yang signifikan. Ketiga sektor ini terus menarik penanaman modal yang besar.
Data ini membuktikan bahwa Kota Bontang memiliki potensi besar sebagai ladang investasi. Daya tarik yang kuat ini menjadikan Bontang salah satu daerah unggulan di Kalimantan Timur. Potensi pertumbuhan ekonomi daerah semakin terbuka lebar.
Diversifikasi Investasi dan Proyek Strategis
DPMPTSP Bontang tidak hanya berfokus pada pengembangan industri besar yang sudah ada. Pihaknya terus mendorong investor untuk melakukan diversifikasi investasi. Tujuannya adalah mengarahkan penanaman modal ke berbagai sektor baru untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu sektor baru yang menjadi perhatian adalah industri soda ash. Peletakan batu pertama pembangunan pabrik ini telah dilakukan pada Jumat, 31 Oktober. Proyek ini diyakini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Soda ash sendiri merupakan komponen kunci dalam berbagai proses industri. Bahan ini sangat dibutuhkan untuk pembuatan kaca, deterjen bubuk kering, dan baterai lithium-ion. Bahkan, soda ash juga menjadi bahan penting dalam industri farmasi, menunjukkan nilai strategis proyek ini.
Reformasi Pelayanan untuk Percepatan Investasi
Guna mempercepat laju investasi di daerah, Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP telah mengambil langkah proaktif. Reformasi pelayanan menjadi prioritas utama. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kemudahan bagi para investor.
Reformasi pelayanan ini diwujudkan melalui optimalisasi sistem perizinan berbasis jaringan atau sistem daring terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mewujudkan proses perizinan yang lebih cepat, transparan, dan efisien. Hal ini secara signifikan memangkas waktu pengurusan.
Sepanjang Januari hingga 22 Oktober 2025, DPMPTSP Bontang telah menerbitkan 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB). Kepala DPMPTSP, Aspiannur, berharap iklim investasi akan semakin kondusif. Ini diharapkan dapat menarik minat investor baru untuk menanamkan modalnya di Bontang.
Sumber: AntaraNews