LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Waskita Precast Pastikan Kas Operasional Surplus Rp 1,1 Triliun di 2018

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir 2018. Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi sebesar Rp 665 miliar, di mana sebesar Rp 250 miliar di antaranya merupakan pembayaran turnkey.

2019-01-02 09:56:22
bursa saham
Advertisement

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir 2018. Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi sebesar Rp 665 miliar, di mana sebesar Rp 250 miliar di antaranya merupakan pembayaran turnkey.

Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho menjelaskan, dengan pembayaran tersebut perseroan dapat menutup akhir 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional positif yang signifikan sekitar Rp 1,1 triliun. Menurutnya, pencapaian tersebut lebih baik dibandingkan 2017 yang minus Rp 2,4 triliun, dan pada 2016 yang minus Rp 3 triliun.

"Pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus. Penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp 9,8 triliun, lalu kami terima lagi sampai akhir 2018 sebesar Rp 1,6 triliun. Jadi, totalnya sekitar Rp 11,4 triliun," papar Anton di Jakarta, Rabu (2/1).

Advertisement

Adapun WSBP telah menuntaskan proyek Tol Becakayu yang merupakan proyek turnkey pertama perseroan. Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibandingkan non-turnkey. Namun, sebagai kompensasi, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai.

Saat ini, WSBP masih menyisakan proyek turnkey Cimanggis-Cibitung. Pembayaran termin untuk proyek ini akan terealisasi pada 2019 dengan pembayaran termin sebesar Rp 2,6 triliun.

Sementara itu, rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP masih sebesar 0,77 kali, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali. Dengan besaran ekuitas per kuartal III-2018 yang sebesar Rp 7,45 triliun, WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.

Advertisement

Hingga pertengahan Desember 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 6,51 triliun atau 99,2 persen dari target nilai kontrak baru sepanjang 2018 yang sebesar Rp 6,56 triliun.

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana, menyatakan optimis perseroan akan mencapai target NKB 2018. "Perolehan kontrak baru WSBP berasal dari proyek internal sebesar 63 persen, yaitu proyek jalan tol Cibitung-Cilincing dan proyek lainnya," ungkap dia.

"Sedangkan proyek yang berasal dari eksternal yakni sebesar 37 persen, antara lain proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Bandara Kulonprogo, Pelabuhan Pattimban, dan proyek lainnya," sambungnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
35 Perusahaan Bermasalah Dapat Tanda Khusus dari BEI
Presiden Jokowi Tutup Indeks Harga Saham Gabungan 2018
OJK Optimistis IHSG di 2019 Bisa Tembus 7.000
Presiden Jokowi Klaim IHSG Indonesia Terbaik Kedua di Asia Pasifik
Bolt Tutup Layanan, Saham First Media Terpuruk
Jokowi Tutup Perdagangan Bursa 2018, IHSG Parkir di 6.194

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.