Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

35 Perusahaan Bermasalah Dapat Tanda Khusus dari BEI

35 Perusahaan Bermasalah Dapat Tanda Khusus dari BEI Bursa Efek Indonesia. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan program I-Suite atau pemberian notasi khusus kepada perusahaan bermasalah yang telah melantai di pasar modal. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan informasi kepada investor sebelum melakukan transaksi.

"Notasi khusus pada perusahaan ini memandakan going concern perusahan untuk menjadi perlindungan investor," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi usai memberi keterangan pers penutupan bursa efek akhir tahun 2018 di Gedung BEI, Jumat (28/12).

Secara rinci, perusahaan yang mendapat tanda khusus dari bursa efek tersebut bisa dilihat dalam website resmi BEI pada kolom notasi khusus. Setidaknya, ada tujuh notasi khusus yang diberlakukan BEI.

Setiap tanda khusus memiliki gambaran kondisi masalah yang dialami oleh perseroan. Ketujuh tanda tersebut antara lain, simbol B yang bermakna adanya permohonan pernyataan pailit. Kedua, M yang bermakna adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Lalu, S yang bermakna laporan keuangan terakhir menunjukkan tidak ada pendapatan usaha. Selanjutnya, tanda E yang bermakna laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif, kemudian A yang bermakna adanya Opini Tidak Wajar (Adverse) dari Akuntan Publik (AP).

Terakhir, tanda D yang bermakna adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik, serta L yang bermakna Perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Per hari ini, ada 35 perusahaan yang mendapatkan tanda khusus. Tidak hanya satu tanda, bursa juga memberikan dua tanda khusus pada perusahaan yang bermasalah.

Adapun 35 perusahaan tersebut meliputi PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS.S), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA.ML), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX.E), PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL.E), PT Argo Pantes Tbk (ARGO.E).

Kemudian, PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA.E), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR.E), PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN.EL), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL.ED), dan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI.E).

Selain itu, ada PT Cakra Mineral Tbk (CKRA.DS), PT Air Asia Indonesia Tbk (CMPP.E), PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO.E), PT Century Textile Industry Tbk (CNTX.E), PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM.L).

Selanjutnya, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL.E), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA.E), PT Global Teleshop Tbk (GLOB.E), PT Golden Plantation Tbk (GOLL.L), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN.L).

Ada juga, PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX.E), PT Leo Investments Tbk (ITTG.S), PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW.E), PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW.E), PT Modern Internasional Tbk (MDRN.E), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN.EL), PT Onix Capital Tbk (OCAP.E).

Terakhir, PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY.E), PT Steady Safe Tbk (SAFE.E), PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP.E), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU.L), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI.ME), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO.E), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP.E), dan PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA.E).

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP