Wapres JK: Orang kampung tak ada listrik marah-marah
Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama sebelum pangan.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengakui listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, listrik menjadi konsumsi wajib dari berbagai kalangan masyarakat di Tanah Air.
"Kehidupan kita dan siapa saja, apakah itu pada hari ini pekerjaan kita di industri atau apapun tidak akan pernah lepas dari listrik. Kalau pulang kantor pasti cari colokan," kata JK di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (10/8).
JK bercerita, beberapa puluh tahun lalu listrik belum menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, listrik kini telah berubah menjadi kebutuhan utama sebelum pangan.
"Kalau dulu bicaranya sembako, listrik belum. Sekarang orang kampung tanpa listrik marah-marah. Listrik itu adalah kebutuhan pokok mendasar siapapun di dunia ini," tuturnya.
Dikatakan JK, Indonesia cukup beruntung memiliki keanekaragaman energi. Sayangnya, potensi tersebut belum mampu dioptimalkan dengan baik guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Hal ini dibuktikan dari rasio elektrifikasi di Indonesia yang masih 88 persen.
"Kalau bicara fosil kita punya batubara yang melimpah, punya gas punya oil. Hampir semua renewable energy saya kira semua ada," kata dia.
"Tapi yang tercatat kenapa tingkat elektrifikasi dan konsumsi listrik kita terendah di ASEAN," pungkasnya.
Baca juga:
PGE berhasil tingkatkan kontribusi pasokan listrik nasional
Atasi krisis listrik, Kalteng butuh dana Rp 2 T hingga 2021
Bos PLN akui lebih sering diskusi dengan bawahan Sudirman Said
Bos PLN akui cari keuntungan biar bisa bangun proyek 35.000 MW
Jakarta terancam krisis listrik karena proyek reklamasi
Ini upaya pemerintah agar rakyat perbatasan dapat listrik
Sudirman Said blak-blakan 30 juta rakyat RI belum nikmati listrik