LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Vietnam Jadi Pesaing Berat Ekspor Produk Perikanan RI

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda mengaku Vietnam merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi pesaing terberat dalam hal ekspor produk perikanan. Ironisnya, Vietnam sendiri mendapatkan pasokan produk perikanan dari Indonesia.

2019-09-16 13:08:10
Perindo
Advertisement

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda mengaku Vietnam merupakan salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang menjadi pesaing terberat dalam hal ekspor produk perikanan. Ironisnya, Vietnam sendiri mendapatkan pasokan produk perikanan dari Indonesia.

"KKP proyeksi tahun 2020 ekspor kita USD 5,9 miliar. Vietnam tahun lalu USD 8,9 miliar. Tahun ini mungkin sudah USD 10 miliar dan tahun depan sudah belasan miliar dolar. Ini ironis, kita sumber daya banyak tapi Vietnam (ekspornya) lebih besar," kata Risyanto Suanda di Jakarta, dikutip Antara, Senin (16/9).

Dia menuturkan besarnya ekspor produk perikanan Vietnam memang hasil reekspor. Negara itu membeli produk perikanan dari Indonesia, Thailand dan negara lain di Asia Tenggara untuk kemudian diolah dan diekspor ke AS dan Eropa.

Advertisement

"Sementara penetrasi kita ke AS dan Eropa itu masih kurang karena handling processing (pengolahan) kita masih kurang," katanya.

Untuk bisa diekspor ke Eropa atau AS, produk perikanan Indonesia harus lolos standar badan makanan AS FDA dan BRC untuk Eropa. Namun, untuk bisa lolos, setiap produk harus memenuhi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) tipe A.

Selain sulit mendapatkan HACCP tipe A, menurut Risyanto, konsistensi untuk menjaga proses pengolahan sesuai standar tersebutlah yang cukup sulit dipenuhi. "Kita masih lemah di pengolahan. Vietnam kuat di situ. Makanya mereka dipercaya suplai pasar AS dan Eropa," jelasnya.

Advertisement

Selain standar pengolahan yang lebih baik, Risyanto mengatakan faktor lain yang mendukung berkembangnya ekspor Vietnam adalah dukungan diaspora mereka di AS. Berdasarkan diskusinya dengan sejumlah pengusaha Vietnam, ternyata diaspora merekalah yang menjadi pembuka distribusi produk Vietnam di pasar AS.

Asisten Deputi Usaha Industri Agro dan Farmasi I Kementerian BUMN Imam Paryanto, dalam kesempatan yang sama, mengatakan sistem pengolahan produk perikanan di Vietnam memang jauh lebih maju dibanding Indonesia.

Lemahnya sisi pengolahan itu yang akan diperbaiki pemerintah dengan mendorong agar BUMN perikanan bisa bersinergi. Sebab, dengan pangsa pasar yang besar ini, suplai harus tetap bisa dipenuhi.

"Maka strateginya adalah bagaimana agar kita mengolahnya juga harus certified (tersertifikasi), kemudian pengolahannya juga ditambah," tandasnya.

Baca juga:
Genjot Ekspor, Perum Perindo Target Raup Pendapatan Rp 1,1 Triliun Tahun Ini
Menteri Susi Minta Bukalapak dkk Cegah Penjualan Alat Perusak Perikanan
Menteri Susi Ingin Perindo dan Perinus jadi Bulog Perikanan
Menteri Susi: Asupan Ikan Penting dalam Peningkatan Kualitas SDM RI
Angkat Tingkat Kecerdasan Anak Bangsa, Menteri Susi Dorong Konsumsi Ikan
Menteri Susi Samakan Penggunaan Bom Ikan dengan Aksi Terorisme

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.