Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Genjot Ekspor, Perum Perindo Target Raup Pendapatan Rp 1,1 Triliun Tahun Ini

Genjot Ekspor, Perum Perindo Target Raup Pendapatan Rp 1,1 Triliun Tahun Ini Dirut Perum Perindo Ristyanto. ©Liputan6.com/Athika

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda menargetkan raup pendapatan hingga Rp 1,1 triliun tahun ini, angka ini lebih rendah dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019 sebesar Rp 1,398 triliun.

"Prognosanya Rp 1 triliun, ya, karena PR kita ini masih tentang resourcesnya. Hasil laut banyak, tapi alokasi pengolahan, kemudian persaingan bisnis juga berpengaruh," ujarnya usai acara Ngopi BUMN di Jakarta, Senin (16/9).

Pria yang akrab disapa Aris ini menjelaskan, saat ini produksi hasil laut cukup banyak diiringi meningkatnya konsumsi ikan masyarakat dalam negeri, sehingga alokasi hasil laut untuk ekspor otomatis berkurang.

"Kami mengutamakan kebutuhan pasar lokal dulu," ujar Aris.

Selain itu, melimpahnya sumber daya laut dan terbukanya akses pasar yang luas membuat ratusan pelaku usaha berebut mencari bahan. Otomatis, Harga Pokok Penjualan (HPP) hasil laut naik. Tapi, karena Perum Perindo masih berfokus pada pelayanan, BUMN ini harus mempertimbangkan soal penyesuaian HPP.

"Karena kita masih berstatus Perum, maka pelayanan yang diutamakan. Di pelabuhan kita nggak bisa patok harga tinggi. Jadi marginnya semakin kecil. Tahun ini, margin kita sekitar Rp 50 miliar," tuturnya.

Aris menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan nilai ekspor hasil laut Indonesia ke pasar dunia. Ditargetkan, BUMN perikanan ini bisa mengekspor 25 persen hasil laut dalam negeri di 2019, lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 15 persen.

Saat ini, Perum Perindo sedang meningkatkan fasilitas dan kualitas agar bisa meningkatkan ekspor sesuai target. "Jadi aset yang belum disertifikasi akan disertifikasi, lalu operasi kapal yang masih tersebar akan kita integrasi di satu titik, kemudian kita akan perkuat SOP dan kembangkan teknologi di pelabuhan, perdagangan. Itu PRnya," ungkapnya.

Menurutnya, akses pasar yang dimiliki perusahaan ini terbilang sangat besar. Perum Perindo memiliki kontrak penjualan dari Amerika Serikat, Jepang, Vietnam hingga China.

Dari pasar Amerika Serikat, BUMN ini mengantongi USD 150 juta. Kemudian dari China, volume transaksinya mencapai 20 ribu ton per bulannya. Untuk Vietnam sendiri, Risyanto mengakui ada tantangan tersendiri.

"Vietnam ini memang lagi jadi rising star di Asia Tenggara, ya. Mereka beli cumi, ikan kerappu dari kita dan diekspor, tidak apa, tahap awalnya dari kerjasama dulu. Setelah itu kan nanti kita bisa tahu pasarnya Vietnam kemana saja," imbuhnya.

Dirinya yakin jika seluruh upaya menggenjot ekspor dilakukan, mulai dari optimalisasi aset, jaringan dan integrasi antar titik operasi hingga mendapatkan akses pasar baru, 3-4 tahun yang akan datang, proporsi ekspor hasil laut Indonesia akan meningkat hingga 75 persen.

"Untuk 3-4 tahun ke depan, kita targetkan 75 persen ekspor dan 25 persen konsumsi lokal. Makanya kita akan terus perbaiki kinerja kita," tutupnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP