Vale Indonesia siap suplai nikel untuk baterai mobil listrik Tanah Air
"Nikel ini ada 2 jenis, kelas 1 dan kelas 2. Kelas 2 untuk stainlees steel yaitu baja sedangkan kelas 1 untuk bahan mobil listrik. Proyek yang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara akan jadi salah satu bahan untuk baterai mobil."
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendukung rencana pemerintah yang tengah mengembangkan mobil listrik untuk mengurangi emisi. Mobil listrik akan menggunakan material nikel sebagai salah satu komponen dalam baterai di dalamnya.
"Nikel ini ada 2 jenis, kelas 1 dan kelas 2. Kelas 2 untuk stainlees steel yaitu baja sedangkan kelas 1 untuk bahan mobil listrik. Proyek yang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara akan jadi salah satu bahan untuk baterai mobil," tutur Direktur Utama INCO Nico Kanter di Paparan Publik, Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/8).
Nico menegaskan akan mendukung rencana pengembangan mobil listrik mengingat beberapa negara telah lebih dulu mengembangkan mobil listrik tersebut.
"Kalau memang pemerintah akan mencanangkan, kami mendukung, karena beberapa negara sudah ke arah sana untuk mengurangi emisi, mobil listrik dipandang sebagai alternatif terbaik hingga saat ini. Mungkin bisa sejalan dengan apa yang diinginkan pemerintah saat ini," ujarnya.
Senior Manager of Communications INCO, Budi Handoko menjelaskan, tren mobil listrik berdampak positif bagi perusahaan tambang nikel.
"Nikel itu kan penggunaannya banyak. Salah satunya sebagai baterai mobil listrik itu. Makanya sekarang harga nikel lumayan ya. Sejak awal tahun sekitar USD 15.000 per ton," katanya.
"Jadi kebutuhan nikel dunia saat ini kurang lebih 2,2 juta ton per tahun. Kalau kebutuhan baterai masih di sekitar 4 persen. Jadi masih rendah sekali. Tapi trennya naik. Kalau kita bandingkan lima tahun lalu, mungkin hanya 1 persen sampai 2 persen," tutup dia.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Uniknya Nobe 100, mobil listrik bergaya klasik
Mahasiswa Mesir ciptakan mobil berbahan bakar udara
Canggihnya 'Sion', mobil bertenaga surya di Jerman
Menperin Airlangga sebut pabrik baterai mobil listrik bakal dibangun di Halmahera
SPLU pertama Pertamina bakal ditempatkan di SPBU Kuningan Jakarta
Gandeng perguruan tinggi, Pertamina target RI mandiri produksi baterai mobil listrik