SPLU pertama Pertamina bakal ditempatkan di SPBU Kuningan Jakarta

Harga jual listrik dari SPLU tersebut berada di kisaran Rp 1.456 hingga Rp 1.500 per kWh. Pertamina bakal menggandeng PLN dalam pengembangan SPLU ke depan jika memang menguntungkan. Peluncuran SPLU ini menunjukkan komitmen perseroannya untuk menjadi pemain kunci dalam penyediaan fasilitas pengisian mobil listrik.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
SPLU pertama Pertamina bakal ditempatkan di SPBU Kuningan Jakarta
Stasiun pengisian batrai mobil listrik. Wilfridus ©2018 Merdeka.com

PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan produsen mobil BMW meluncurkan dispenser khusus untuk charging station mobil listrik. Tempat charger atau isi ulang baterai mobil listrik ini langsung dipamerkan di gelaran GIIAS 2018.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, untuk tahap awal, SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) Pertamina bakal dibangun menyatu dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dalam tahap uji coba, dispenser khusus mobil listrik akan ditempatkan di SPBU Kuningan, Jakarta.

"Perhitungan bisnis akan tentukan lain. Tapi kita coba di SPBU dulu. Ke depan kita akan bangun di tempat lain, yang lebih fleksibel lah. Di mana konsumer berada," jelas Adiatma ketika ditemui di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (3/8).

Sementara harga jual listrik dari SPLU tersebut, kata dia, berada di kisaran Rp 1.456 hingga Rp 1.500 per kWh. "Kemarin perhitungan kita masih pakai harga PLN Rp 1.456 per kWh ya Rp 1.500 lah," tuturnya.

Dia tak menampik terbukanya kemungkinan, Pertamina bakal menggandeng PLN dalam pengembangan SPLU ke depan jika memang menguntungkan. "Potensi bisnis itu selalu ada ya. Dalam bisnis itu kolaborasi, kerjasama itu kan sesuatu yang biasa," ungkapnya.

Dia pun menegaskan bahwa peluncuran dispenser khusus untuk pengisian daya mobil listrik ini, menunjukkan komitmen perseroannya untuk menjadi pemain kunci dalam penyediaan fasilitas pengisian mobil listrik.

"Kami bergerak menuju ke sana ya. Kita melihat peluang bisnis juga melihat kemajuan teknologi yang sekarang terjadi. Kita harus berubah menuju masa depan," tandasnya.

Rekomendasi