Utang China cair, konstruksi Cisundawu seksi I segera ditender
Utang dari China sebesar USD 403 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.
Kementerian Pekerjaan Umum akan segera melelang konstruksi jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisandawu) seksi I. Pelelangan ini dimulai menyusul cairnya utang dari China sebesar USD 403 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.
"Minggu depan kita akan mulai buka tahap praqualifikasi tender," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, Jakarta, Jumat (2/4).
Pembebasan lahan tol seksi I masih belum mencapai 75 persen. Sedangkan untuk seksi II yang proses konstruksinya sudah dimulai, pembebasan lahannya sudah lebih dari 80 persen.
Pembangunan tol seksi I dan II merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk akses Bandara Kertajati. Secara keseluruhan, tol Cisumdawu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari sepanjang 9,80 km, Tanjungsari–Sumedang sepanjang 17,51 km.
Kemudian Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,73 km, Cimalaka-Legok sepanjang 6,96 km, Legok-Ujungjaya sepanjang 16,35 km, Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
Selain Cisundawu, China juga mengucurkan utang sebesar USD 137 juta untuk proyek tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan jembatan Teluk Kendari sebesar USD 66 juta.
Baca juga:
PLN absen bayar dividen agar rakyat tak hidup pakai petromak
XL cari pinjaman Rp 1,7 T cicil utang pembelian Axis
CT dorong Indonesia tidak takut menambah utang
Inti Bangun Sejahtera cari Rp 660 M lewat right issue
APBD dipakai beli surat utang, menkeu batasi deposito pemda